Menjemput Rasa Tahu Diri di Tengah Kuantitas Masisir yang Menerjang
Oleh: Ulasan Reflektif Karya Najwan Al Baihaqi Panjaitan (Mahasiswa S1 Ushuluddin Al-Azhar / HMMSU) Berdiri gagah di bumi Kairo sebagai Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) dan disapa hangat dengan julukan istimewa “Ahsanan-naas” (manusia…
Status Boleh Sama, Tapi Identitas Belum Tentu: Renungan tentang Menjadi Mahasiswa vs Menjadi Penuntut Ilmu
Ada satu ungkapan klasik yang jadi pijakan utama esai Ridwan Nullah Kamal ini: al-‘ilmu bila ‘amalin kasy-syajari bila tsamarin, ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Kalimat sederhana itu ternyata membuka pertanyaan yang jauh lebih dalam…
Kuantitas Naik, Kualitas Dituding Turun: Benarkah Masisir Sebenarnya Butuh Kambing Hitam yang Salah?
Pernah dengar keluhan semacam ini: “dulu antre foto iqomah cuma satu-dua minggu, sekarang bisa sebulan lebih”? Bagi komunitas Masisir, sebutan untuk mahasiswa Indonesia di Mesir, keluhan semacam ini bukan hal asing. Tapi di balik keluhan…
1086 Tahun Menjaga Keseimbangan: Bagaimana Al-Azhar Merangkai Tiga Wajah Ahlussunnah Menjadi Satu
Ada satu pertanyaan yang jarang diajukan orang ketika membicarakan moderasi beragama: moderat itu, siapa yang berhak mendefinisikannya? Esai karya Mohammad Luthfi Al Faidz, mahasiswa S2 Al-Azhar Kairo, mengajak kita masuk lebih dalam ke pertanyaan itu…