Etika Ketika Shalat Tarawih Di Masjid yang Delapan Rakaat

 Etika Ketika Shalat Tarawih Di Masjid yang Delapan Rakaat

Menjaga hati sesama muslim di bulan mulia ini merupakan sebuah amalan yang sangat besar pahalanya, contoh ketika kita dihadapkan dengan situasi yang mana mengharuskan kita shalat tarawih delapan rakaat dalam sebuah masjid tempat kita jamaah.

Maulana Syeikh Abdul Aziz As-Syihawi merupakan salah satu pembesar mazhab Syafi’i di Mesir, beliau sangat menjaga ajaran mazhab syafi’i termasuk dalam tarawih, pastinya beliau termasuk pendukung telak tarawih dalam jumlah dua puluh rakaat. Akan tetapi, beliau selalu mengajarkan untuk selalu menjaga hati sesama muslim dalam perbedaan pandangan, menghargai pendapat ulama lain, adapaun ketika berselisih pendapat maka dikritik dengan cara dan etika yang sopan.

Beliau berkata: “Jangan membuat masalah dengan jamaah yang ada di suatu masjid, apabila kalian terpaksa sholat delapan rakaat di masjid itu, maka teruskanlah dua belas rakaatnya di rumah, dan apabila kalian sudah terlanjur witir, maka tidak apa untuk melengkapi setelahnya di rumah sebanyak dua belas rakaat sehingga lengkap sholatmu dua puluh rakaat.”

Baca juga: Sholat Tarawih Delapan atau Dua Puluh Rakaat ?

Kemudian beliau melanjutkan dan berkata: “Wasiatku, wasiat saudara kepada saudara lainya, wasiat agama ini kepada umatnya, istiqomahlah dalam sholat tarawih kalian sebanyak dua puluh rakaat.”

Dengan cara dan rincian sebagai berikut:

1. Menyelesaikan delapan rakaat shalat tarawih di masjid tanpa witir, dan melanjutkan sisanya dua belas rakaat di rumah sehingga lengkap dua puluh rakaat, kemudian menutupnya dengan witir, maka ini boleh. Berdasarkan hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam:

أنه صلّى الله عليه وسلّم خَرَجَ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ لَيَالِيْ مِنْ رَمَضَانَ وَهِيَ ثَلاَثُ مُتَفَرِّّقَةٍ: لَيْلَةُ الثَالِثِ, وَالخَامِسِ, وَالسَّابِعِ وَالعِشْرِيْنَ, وَصَلَّى فِيْ المَسْجِدِ, وَصَلَّّى النَّاسُ بِصَلاَتِهِ فِيْهَا, وَكَانَ يُصَلِّّْي بِهِمْ ثَمَانِ رَكَعَاتٍ, وَيُكَمِّلُوْنَ بَاقِيْهَا فِيْ بُيُوْتِهِمْ. رواه الشيخان

“Rasulullah SAW keluar untuk shalat malam di bulan Ramadan sebanyak tiga tahap: malam ketiga, kelima dan kedua puluh tujuh untuk shalat bersama umat di masjid, Rasulullah SAW. shalat delapan rakaat dan kemudian mereka menyempurnakan sisa shalatnya di rumah masing-masing (HR Bukhari dan Muslim).

2. Melengkapi tarawih setelah shalat witir. Yaitu dengan menyelesaikan delapan rakaat tarawih dan tiga rakaat setelahnya witir di masjid, dan kemudian menyempurnakan kekurangan shalat tarawih di rumah sebanyak dua belas rakaat sehingga jumlahnya lengkap dua puluh rakaat.

Baca juga: Tutorial Pendaftaran Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah (Beasiswa dan Non Beasiswa Program S1) Tahun 2021

Seperti yang diungkapkan oleh al-Imam Baijuri dalam Hasiyahnya beliau berkata (dalam konteks ini adalah shalat tahajud):

ويسن جعله آخر صلاة الليل لخبر الصحيحين: اجعلوا آخر صلاتكم من الليل وترا. فإن كان له تهجد أخر الوتر إلى أن يتهجد، فإن أوتر ثم تهجد لم يندب له إعادته، بل لا يصح، لخبر : لا وتران في ليلة. اهـ

Disunnahkan menjadikan shalat witir pada sebagian akhir shalat malam berdasarkan Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: “Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir. Apabila ia ingin melaksanakan shalat tahajud, maka sahalat witirnya diakhirkan setelah tahajud. Namun jika ia melakukan shalat witir lebih dulu kemudian baru melakukan sholat tahajud, maka dia tidak disunahkan mengulang shalat witir, bahkan (Menurut sebagian pendapat) tidak sah jika diulang, berdasarkan hadis: “Tidak ada pelaksanaan shalat witir dua kali pada satu malam.”

Maulana Syeikh Abdul Aziz Asyihawi menerangkan dalam hal ini akan kebolehan melengkapi tarawih setelah shalat witir, seperti halnya shalat tahajud. Dengan melihat pendapat para ulama syafi’iyah dalam hal ini, perintah untuk menjadikan witir sebagai penutup malam hanya bersifat anjuran dan bukan kewajiban.

Kita bisa mengambil pelajaran dari semua permasalahan diatas bahwasanya beliau mengajarkan untuk saling menjaga perasaan dan hati dalam perbedaan pendapat. Wallahu a’lam bissowab.

 

Penulis : Ade Rizal Kuncoro

Editor: Syaifur Rohman

 

Ingin tulisan Anda diupload dan direpost di website PPMI, silahkan bisa hubungi  Narahubung di bawah ini:

– wa.me/201019533008 (Wijaya) Pimred Website PPMI Mesir.
– wa.me/201140841837 (Syaifur) Dirut Website PPMI Mesir.
– wa.me/201559711656 (Nadya) Humas Website PPMI Mesir.

Atau bisa langsung DM Instagram Website PPMI Mesir @ppmimesir.or.id

Syarat dan ketentuan berlaku

______________
#PPMI Mesir, milik bersama

 

 

Syaifur Rohman

President Director of ppmimesir.or.id

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *