Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Artikel/Beli Buku Hanya Sebuah Kehampaan(?)
Artikel

Beli Buku Hanya Sebuah Kehampaan(?)

By Nur Habibah
31/07/2022 4 Min Read
0

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan’’. Penggalan QS. al-`Alaq tersebut merupakan ayat sekaligus wahyu pertama yang diterima oleh Nabi SAW. Ayat yang diawali dengan redaksi “Bacalah” ini menjadi tonggak kemajuan peradaban dunia. Betapa tidak, di dalamnya terdapat suatu isyarat bagi manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan. Ia merupakan kunci dari sebuah kemajuan. Selain itu, setiap individual manusia memiliki sudut pandang dan tendensi yang berbeda dari sebuah pengetahuan. Maka untuk mengakomodir dan mencetuskan kemajuan peradaban dibutuhkan pengetahuan konprehensif.

Dari uraian di atas, kita temukan bahwa kemajuan erat kaitannya dengan pengetahuan. Begitu juga pengetahuan, ia akan sulit didapat tanpa membaca. Kemajuan, pengetahuan, dan membaca memiliki koherensi yang cukup kuat, dan memposisikan buku sebagai salah satu objeknya; membaca tidak sekadar dari buku. Selain berfungsi meningkatkan kemampuan intelektual, buku juga dapat membentuk pola pikir manusia menjadi lebih terbuka. Misalnya dengan kebiasaan membaca akan terbangun kerangka berpikir yang sitematis.

Namun, dewasa ini minat baca buku cenderung menurun dan dapat dibuktikan dengan beberapa persoalan. Pertama, jarang ditemukan anak kecil yang mengisi waktu luang dengan buku cerita. Begitu pula para remaja yang nongkrong di cafe untuk baca buku. Kedua, era digital yang telah merasuki berbagai lini kehidupan manusia. Mereka lebih memilih gadget dijadikan teman daripada buku, yang sepantasnya menjadi sahabat terbaik di setiap waktu. Meski tak dapat dimungkiri bahwa gadget juga bisa sebagai sarana baca. Walaupun realitanya bacaan tidak lebih diminati dari youtube dan instagram.

Hal ini benar adanya, bahkan terdapat pengakuan bahwa mereka akan membuka situs bacaan hanya ketika ada tugas sekolah.  Untuk menyelesaikan tugas tersebut mereka juga lebih memilih gadget sebagai sarana baca daripada buku. Hal tersebut dikarenakan gadget lebih mudah digunakan sebagai alat baca, yaitu hanya dengan menggeser layar saja akan menemukan apa yang dicari, tanpa harus menjelajahi buku demi buku untuk menemukan bahan bacaan yang sedang ia cari. Inilah salah satu alasan mengapa membaca melalui gadget lebih diminati daripada buku.

Menurunnya minat baca menyebabkan sebagian manusia enggan membeli buku. Alasannya, ia akan melakukan hal sia-sia jika hanya membeli buku saja tanpa membaca; di samping itu, alasan bahwa buku digital lebih mudah diakses dari buku cetak yang harus menggunakan uang. Stereotip seperti ini yang terkadang membuat para penuntut ilmu terpengaruh bahkan menciptakan stereotip baru, bahwa membeli buku akan jadi pajangan di lemari saja. Stereotip-stereotip yang muncul inilah yang tak jarang membuat penuntut ilmu berulang kali berpikir sebelum membeli buku, memikirkan apakah buku yang dibeli akan dibaca?

Sebagian ada yang membantah stereotip ini. Mereka mengatakan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah membeli terlebih dahulu dengan niat akan membacanya pada suatu saat nanti. Sebagian yang lain menambahkan bahwa jika ajal datang lebih dahulu dan menafikan kesempatan kita untuk membacanya, setidaknya kita pernah berniat untuk membaca. Jawaban tersebut sah-sah saja.

Namun, dalam kitab Safahat min Shabri al-Ulama’ terdapat jawaban yang lebih menarik dalam menampik stereotip-stereotip tersebut, dikisahkan ketika itu Syekh `Abd al-Fatah menyelesaikan pencetakan buku al-Ajwibah al-Fadhilah li al-As`ilah  al-`Asyarah al-Kamilah milik Imam Abd al-Hay al-Laknawi al-Hindi yang di-tahqiq olehnya. Dia berniat menghadiahkan buku tersebut kepada sebagian gurunya di Madinah Munawwarah. Salah satunya adalah Syekh Muhammad Badr `Alam al-Merethe.

Ketika Syekh `Abd al-Fatah berkunjung ke rumah gurunya dengan membawa buku tersebut. Sesampainya di rumah gurunya, Ia melihat gurunya sedang terbaring di atas kasur karena menderita penyakit strok. Kondisi tersebut menghambat rutinitas kesukaannya; mengkaji kitab dan menemukan kemuliaan di dalamnya. Kemudian, Syekh Abdu al-Fatah memberikan buku tersebut kepada gurunya.

Syekh Muhammad Badr `Alam al-Merethe menerima pemberian tersebut dengan bahagia dan mengatakan, “Aku sebenarnya sudah membeli kitab ini dari semenjak ia launching di Madinah. Tentunya kamu tahu kondisiku sekarang ini yang sudah tidak mampu untuk membuka dan mengkaji kitab sebagaimana yang aku sukai. Akan tetapi aku membeli kitab ini untuk mewariskan kepada anak dan keluargaku. Itulah sebaik-baik warisan. Syekh Abdu al-Fatah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga setelah mendengarkan perkataan gurunya.

Dari pemaparan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari membaca buku. Untuk menunjang hal tersebut seyogianya membeli buku dan meniatkan untuk membacanya. Baik terealisasikan atau tidak perihal nanti. Jika memang sudah tidak memungkinkan membaca dikarenakan ajal menyapa dan lain sebagainya, koleksi buku yang sudah terbaca maupun belum, dapat dijadikan warisan untuk generasi mendatang.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh Muhammad Badr `Alam al-Merethe bahwa buku merupakan harta warisan yang terbaik. Maka dari itu, sebagai penuntut ilmu sudah selayaknya kita menyadari bahwa membeli buku bukanlah hal yang sia-sia, meski pada akhirnya tidak dibaca. Walaupun begitu, kita juga harus lebih sadar jika tidak dibaca saja ia masih memiliki faedah, terlebih ketika membeli berbagai kitab dan menyibukkan diri untuk membacanya, serta menjadikan warisan untuk generasi mendatang. Maka faedah yang didapat akan jauh lebih banyak.

Walakhir, sebagai seorang pelajar sudah seyogianya bercengkrama dengan buku menjadi kebiasaan kita, maka dari itu mari sama-sama kita buat kebiasaan tersebut dengan memulainya niat membaca dari membeli buku. Karena buku akan menjadi fasilitas kita dalam berusaha untuk membaca. Tidak sekadar menjadi pajangan untuk menakuti tamu dan mertua yang bertamu ke rumah. Lantas bagaimana mungkin namamu tertulis dan diabadikan dalam buku, sedangkan debu yang menempelnya saja tak pernah kau sentuh.

Tags:

BacajaduluBelibukubukuKitabMembaca
Author

Nur Habibah

Follow Me
Other Articles
Previous

Berdikari di Tengah Badai Kontroversi

Next

Menyelisik Pelajaran Sirnanya Alfiyah Ibnu Malik

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300
banner 325x300
Hey, I’m PPMI Mesir
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Sekolah Parlemen PPMI Mesir 2024
    Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
    by Zaenal Mustofa
    22/07/2024
  • DPD PPMI Thanta Perhatikan Kesehatan Warga Jelang Ujian
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • Masisir Kembali Banggakan Indonesia di Kanca Dunia
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • KBRI Sambut Kader Bangsa di Mesir
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

PPMI Mesir

PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir

PPMI Mesir

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
    ppmimesir.or.id – Setelah sukses menyelenggarakan Gelar Wicara tentang Legislatif yang… Read more: Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
  • Komisi Pemberdayaan Alumni Simposium Kawasan Timtengka Soroti Urgensitas Pelatihan Soft Skill pada Sidang Kedua
    ppmimesir.or.id – Sidang Komisi II pada Komisi Pemberdayaan Alumni menghasilkan… Read more: Komisi Pemberdayaan Alumni Simposium Kawasan Timtengka Soroti Urgensitas Pelatihan Soft Skill pada Sidang Kedua
  • Gelar Sidang Kedua, Komisi Sosial Simposium Kawasan Timtengka Sahkan Draf Inventaris Masalah
    ppmimesir.or.id – Sidang Kedua Simposium Kawasan Timtengka adalah sidang lanjutan… Read more: Gelar Sidang Kedua, Komisi Sosial Simposium Kawasan Timtengka Sahkan Draf Inventaris Masalah

Pages

Kontak

Phone

+20...

+62...

Email

ppmimesir@

Lokasi

Cairo, Egypt

Copyright 2026 — PPMI Mesir. All rights reserved.