Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

  • Home
    • Home (Default)
    • Home (Minimal)
    • Home (Classic Overlay)
    • Home (Classic List)
    • Home (Classic Grid)
    • Home (Hero Slider 1)
    • Home (Hero Slider 2)
    • Home (Portfolio)
  • Features
    • Typography
  • Shop
    • Cart
    • Checkout
    • My account
    • Terms and conditions
  • Pages
    • About Page
    • About Page 2
    • Archive Page
    • Author Page
    • 404 Page
  • Contact
  • Home
    • Home (Default)
    • Home (Minimal)
    • Home (Classic Overlay)
    • Home (Classic List)
    • Home (Classic Grid)
    • Home (Hero Slider 1)
    • Home (Hero Slider 2)
    • Home (Portfolio)
  • Features
    • Typography
  • Shop
    • Cart
    • Checkout
    • My account
    • Terms and conditions
  • Pages
    • About Page
    • About Page 2
    • Archive Page
    • Author Page
    • 404 Page
  • Contact
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

  • Home
    • Home (Default)
    • Home (Minimal)
    • Home (Classic Overlay)
    • Home (Classic List)
    • Home (Classic Grid)
    • Home (Hero Slider 1)
    • Home (Hero Slider 2)
    • Home (Portfolio)
  • Features
    • Typography
  • Shop
    • Cart
    • Checkout
    • My account
    • Terms and conditions
  • Pages
    • About Page
    • About Page 2
    • Archive Page
    • Author Page
    • 404 Page
  • Contact
  • Home
    • Home (Default)
    • Home (Minimal)
    • Home (Classic Overlay)
    • Home (Classic List)
    • Home (Classic Grid)
    • Home (Hero Slider 1)
    • Home (Hero Slider 2)
    • Home (Portfolio)
  • Features
    • Typography
  • Shop
    • Cart
    • Checkout
    • My account
    • Terms and conditions
  • Pages
    • About Page
    • About Page 2
    • Archive Page
    • Author Page
    • 404 Page
  • Contact
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Berita/Menyelisik Pelajaran Sirnanya Alfiyah Ibnu Malik
BeritaHardnews

Menyelisik Pelajaran Sirnanya Alfiyah Ibnu Malik

By Dwi Wijaya Kusuma
01/08/2022 4 Min Read
1

Ketika duduk di bangku pesantren, saya sering mendengar kisah seorang ahli dalam berbahasa Arab yang bukan dari golongan orang Arab. Sosok ulama terkemuka tersebut sering dijuluki dengan Imam Sibaweh. Mirisnya seorang pemuda keturunan Arab yang jumawa tidak menerima ada seorang yang menguasai bahasa Arab bukan dari golongannya. Sehingga ia mendatangi rumah Sibaweh menantang dan ingin menguji kapabelitasnya dalam berbahasa.

Setiba di rumah tujuan pemuda tersebut bersimpuh layu lalu pulang lantaran mendengar kepiawan anaknya Sibaweh dalam menjawab dengan kalimat yang indah dari pertanyaan yang ia lontarkan. Kesombongan dalam kisah di atas menjadi penyakit akut yang sering kita jumpai. Terlebih sebagai seorang mahasiswa al-Azhar yang kesehariannya berbahasa Arab terkadang kita tidak sadar hal tersebut melekat pada diri kita. Sejatinya bahasa Arab memang menjadi kebutuhan primer ketika menuntut ilmu di al-Azhar. Dalam hal ini, urgensitas ilmu linguistik Arab harus diprioritaskan, terlebih dalam menggeluti akademik serta menikmati buah tangan karya ulama-ulama al-Azhar.

Selain Sibaweh, ilmu linguistik yang masyhur dalam khazanah intelektual adalah Alfiyah Ibnu Malik. Bagaimana tidak, karya yang begitu apik ini senantiasa dikaji dan dihapal oleh kalangan santri di pesantren tradisional maupun universitas internasional. Karya tersebut turut mengundang para cendekiawan dunia dan sastrawan Arab untuk menelaahnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan berlimpahnya karya yang terlahir. Seperti kitab Durratul Mudhiah syarah kitab Alfiyah yang pertama ditulis oleh Muhammada Badruddin, kitab karya Ibnu Aqil, Ibnu Hisyam, al-Makudi, dan masih banyak lainnya.

Alfiyah Ibnu Malik merupakan karya linguistik monumental yang membahas perihal kaidah-kaidah ilmu sintaksis (Nahwu) dan morfologi (Sharaf). Kitab tersebut digagas oleh al-‘Allamah Abu ‘Abdillah Muhammad Jamaluddin bin Malik al-Thai. Pakar Gramatika Arab ini dilahirkan di Andalusia (Spanyol). Karya Ibnu Malik yang terdiri dari ribuan bait tersebut diakui kehebatannya, bahkan al-Alamah Syihabuddin Mahmud menyatakan bahwa Alfiyah Ibnu Malik dalam ranah Nahwu dan Sharaf bak laut tak bertepi.

Metode dalam mencetuskan kitab tersebut memang sedikit berbeda. Dengan kecerdasan dan kuat hafalan yang dimiliki Ibnu Malik, menjadikan dirinya lebih dahulu menghafal seribu bait dalam benaknya sebelum ditulis. Setelah merancang dan ingin mencetuskan sebuah kitab ilmu linguistik. Naasnya hafalan Ibnu Malik stagnan dan sirna dalam proses penyusunan satu persatu bait Alfiyah.

Ibnu Malik kehilangan inspirasi, semua hafalan dan memori dalam benaknya sirna ketika sampai pada nazam bait kelima. Satu huruf pun luput diingatannya sehingga merasa sulit untuk melanjutkan seribu bait yang telah dirancang. Tersebab demikian, proses penulisan kitab Alfiyah terjeda dalam beberapa waktu. Hal itu terjadi dikarenakan dirinya dihinggapi rasa ujub dalam menuliskan bait tersebut. Lantaran dianggap kurang sopannya kandungan makna syair dalam karangan Ibnu Malik terhadap guru-gurunya yang telah meninggal. Saat itulah asal mula kesulitan beliau untuk mencetuskan kitab Alfiyah.

Dalam bait tersebut Ibnu Malik hendak menerangkan bahwa kitab karangannya lebih unggul dan komprehensif dari karya ulama sebelumnya, yaitu Yahya bin Abdil Mu’thi bin Abdin Nur al-Zawawi al-Maghribi atau dikenal dengan Ibnu Mu’thi. Imam Ibnu Hamdun mengkisahkan dalam kitab Hasyiyah al-Alamah Ibn Hamdun ‘ala Syarhil al-Makudi li Alfiyati ibn Malik, bahwa Ibnu Malik meneruskan bait tersebut dengan syair Faiqatan laha bi alfi baiti # …… terhentinya inspirasi beliau dalam bait tersebut ketika hendak meneruskan. Dengan itu Imam Malik berupaya berpikir dan mencari kesalahannya. Melakukan pendekatan secara batin hingga menziarahi guru-gurunya.

Hingga ketika Ibnu Malik tertidur, dalam mimpi ia bertemu seseorang tak dikenal dan bertanya. “Aku dengar kamu mengarang Alfiyah dalam ilmu Nahwu?” Tanya orang misterius tersebut. “Betul,” sahut Ibnu Malik. “Sampai di mana?” Tanya kembali. “Faiqatan laha bi alfi baiti,” jawab pengarang Alfiyah. “Apa yang membuatmu berhenti dalam menyelesaikan bait ini?” Tanyanya. “Aku lesu tak berdaya dalam beberapa hari,” jawabnya lagi. “Kau ingin menuntaskannya?” Ungkapnya. “Iya,” pungkas Ibnu Malik.

Kemudian orang misterius itu melanjutkan bait tersebut dengan syair berbeda dan memiliki makna tersirat yang mendalam, Wa al-hayyu qod yaghlibu alfa mayyiti (orang hidup memang terkadang bisa menaklukan seribu orang meninggal). Tidak perlu diragukan bahwa orang hidup meskipun hanya seorang pasti akan mampu mengalahkan berapapun orang yang telah meninggal lantaran mereka tidak memiliki kuasa untuk pembelaan.

Bait yang dilanjutkan tersebut merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangga (ujub) yang hinggap dalam dirinya. Lantaran kitab Alfiyah yang dianggap lebih mapan dari pengarang kitab-kitab sebelumnya yang telah wafat. Sindiran keras tersebut membuat Ibnu Malik tertampar sehingga perasaan hatinya tersipu. Segera Ibnu Malik bertanya kepada orang misterius tersebut dengan penuh penasaran. “Apakah kamu Ibnu Mu’thi?” Tanyanya. “Betul,” jawab orang misterius tersebut.

Sindiran mapan yang apik dibungkus dengan syair indah tersebut membuat seorang sastrawan, Ibnu Malik terpukau hingga merasa malu. Keesokan pagi hari, ia membuang potongan bait yang belum rampung itu, kemudian mengganti dengan dua bait yang lebih sempurna dan memiliki nilai sanjungan kepada guru yang telah berhasil mengingatkan dan menyelamatkannya dari sikap ujub. Dari kisah inilah terjawab kenapa Alfiyah Ibnu Malik memiliki syair berjumlah 1002 bait tidak hanya 1000.

Sejatinya, orang terdahulu memiliki keutamaan daripada orang setelahnya. Baik secara tradisi maupun syariat, orang sesudahnya pasti mengambil pelajaran dari orang sebelumnya. Sebagaimana termaktub dalam hadist bahwa, “Orang tua kalian lebih baik daripada anak-anak kalian hingga hari kiamat.” Begitu juga Ibnu Mu’thi telah meninggalkan pelajaran terlebih dahulu yang bisa diambil oleh Ibnu Malik dalam memanifestasikan karya Alfiyah.

Penggalan kisah Ibnu Malik dalam menulis kitab Alfiyah yang pernah disinggahi rasa ujub mengajarkan kita bahwa secerdas apapun seseorang, dalam ranah akademik ataupun lainnya. Tidak akan berarti, jika memiliki sifat takabur, merasa lebih hebat dan komprehensif dalam sebuah ilmu serta mengabaikan figur guru meskipun telah wafat. Sosok pengarang Alfiyah yang kapabel dalam keilmuan, pernah merasakan lupa dalam hafalannya ketika disinggahi rasa ujub. Lalu bagaimana dengan kita sebatas seorang santri atau pelajar al-Azhar yang pernah menghafalnya, kemudian dihinggapi rasa ujub (malas) untuk mengulang-ulangya?

Tags:

Alfiyah Ibnu MalikIbnu MuthiKesombonganKisah Ibnu MalikSibawehSirnanya Alfiyah
Author

Dwi Wijaya Kusuma

Menteri Website PPMI Mesir (2020-2021)

Follow Me
Other Articles
Previous

Beli Buku Hanya Sebuah Kehampaan(?)

Next

Klarifikasi; Dibalik Pengangkatan Laporan Utang dalam LPJ dan Keterpaksaan 2525 Usd Disebut Utang serta Solusinya

One Comment
  1. Usep says:
    12/02/2023 at 07:47

    Tapi bagaimana dengan adanya metode dirasah muqaranah (studi banding) yang telah baku menjadi metode riset ilmiah dsn telah banyak menghadirkan literatur kontempirer yang baik. Metode ini kan karakter khasnya kan berimplikssi adanya pernyataan yang saling mengungulkan . Walaupun memang dalam hal ini yang menjadi penelitinya adalah diluar penulis literatur yang menjadi objek kajian.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300
banner 325x300
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Sekolah Parlemen PPMI Mesir 2024
    Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
    by Zaenal Mustofa
    22/07/2024
  • DPD PPMI Thanta Perhatikan Kesehatan Warga Jelang Ujian
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • Masisir Kembali Banggakan Indonesia di Kanca Dunia
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • KBRI Sambut Kader Bangsa di Mesir
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

PPMI Mesir

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Halaman

  • About
  • About 2
  • Cart
  • Checkout
  • Contact
  • Home (Classic Grid)
  • Home (Classic List)
  • Home (Classic Overlay)
  • Home (Hero Slider 1)
  • Home (Hero Slider 2)
  • Home (Minimal)
  • Home (Portfolio)
  • Kebijakan Privasi Aplikasi PPMI Mesir – Shamela 0.1.0
  • My account
  • Shop
  • Stories
  • Terms and conditions
  • Typography

Latest Posts

  • من الغربـــــــــة إلى الشـــهادة
    مقتل طالبة أندونيسية أزهرية إثر قفزها من شباك السيارة (ترامكو)… Read more: من الغربـــــــــة إلى الشـــهادة
  • فضيلة أ.د محمد الضويني وكيل الأزهر يكرم الخريجين والمتفوقين من الطلبة الإندونيسيين
    قال وكيل الأزهر الطلاب الإندونيسيون جزء لا يتجزأ من مصر… Read more: فضيلة أ.د محمد الضويني وكيل الأزهر يكرم الخريجين والمتفوقين من الطلبة الإندونيسيين
  • عوامل البناء وسعادة البلاد ش.صلاح نصار من مسجد فاصل
    Jangn lupa tinggalkan jejakmu!

Pages

  • About
  • Contact
  • Stories
  • Shop
  • Typography
  • Terms and conditions

Contact

Phone

+342348343

+348796543

Email

hi@blogsy.com

support@blogsy.com

Location

New York, USA

Copyright 2026 — PPMI Mesir. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme