Indonesia Raih Lima Medali di BWF World Junior Championships 2026, Harapan Regenerasi Menguat
KAIRO — Indonesia menorehkan prestasi raihan dua gelar juara pada nomor perseorangan, yakni sektor tunggal putra dan ganda campuran, dalam laga final BWF World Junior Championships 2026 yang berlangsung di Stadion Internasional Kairo, Mesir, pada Sabtu (17/10).
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang lima medali, terdiri atas dua emas, satu perak, dan satu perunggu dari nomor perseorangan, serta satu perunggu dari nomor beregu campuran atau Piala Suhandinata.
Rangkaian kejuaraan berlangsung dalam dua kategori, yakni beregu pada 5-10 Oktober dan perseorangan pada 12-17 Oktober 2026. Pada nomor beregu, Indonesia meraih perunggu setelah kalah dari Malaysia di semifinal dengan skor 49-55 dan 42-55.
Dua Gelar dari Nomor Perseorangan

Radithya Bayu Wardana menjuarai tunggal putra setelah mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Hasil tersebut mengantarkan Radithya meraih medali emas, sementara Fardhan harus puas membawa pulang medali perak.
Di sektor ganda campuran, Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti meraih gelar juara setelah menundukkan pasangan China, Lang Feng Yi dan Meng Han Li, dengan skor 17-15, 8-15, 16-14. Sementara itu, medali perunggu diraih pasangan Raihan Daffa Edsel Pramono dan Atresia Naufa Candani.
Tantangan di Lapangan

Di balik pencapaian tersebut, tekanan nonteknis menjadi salah satu tantangan yang dihadapi atlet Indonesia. Dian mengungkapkan bahwa rasa tegang dan gugup dapat mempengaruhi permainannya.
“Kalau untuk saya sih, tantangannya mungkin ya dari nonteknisnya sih. Kayak rasa tegangnya, rasa groginya itu cukup bisa bikin menganggu pukulan,” ujarnya saat diwawancarai Tim Shamela PPMI Mesir
Rekan duetnya, Luthfi Habibi, berharap prestasi tersebut dapat terus berlanjut pada kejuaraan mendatang.
“Semoga tahun depan bisa ada yang melanjutkan dari tahun ini. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi yang juara-juaranya dari Indonesia,” tuturnya.
Dukungan Suporter dan Harapan Regenerasi

Dukungan mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) turut mewarnai BWF World Junior Championships 2026 di Kairo, utamanya saat menghadapi semifinal nomor beregu dan final nomor perseorangan. Dalam lansiran PB Djarum, Jolin Angelia mengungkapkan keterkejutannya melihat antusiasme masyarakat Indonesia di Mesir.
“Saya tidak pernah mengira masyarakat Indonesia yang ada di Mesir bakal datang dan mendukung sebanyak itu. Mereka seperti suporter bola, ramai banget,” ungkapnya terkejut.
Antusiasme tersebut tak lepas dari keberadaan komunitas Diaspora Indonesia. Sorak-sorai dan gaungan “Indonesia!” di arena menjadi wujud dukungan sekaligus kecintaan mereka terhadap tanah air, meski berada jauh dari Indonesia.
Salah seorang suporter Indonesia, Fadhil Syukrillah Al Hamdi, mengungkapkan bahwa menyaksikan kejuaraan dunia secara langsung menjadi pengalaman istimewa baginya. Sejak kecil, ia hanya menyaksikan pertandingan bulu tangkis melalui televisi.
“Jujur, rasanya kayak mimpi ya. Saya nonton badminton dari kecil, dari SD. Sekarang ternyata punya kesempatan buat nonton langsung, dan kejuaran dunia lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, kejuaraan dunia junior menjadi kesempatan untuk melihat potensi atlet muda yang berpeluang bersinar di level senior. Ia berharap para atlet Indonesia dapat terus berkembang dan mampu bersaing di turnamen besar dunia.
“Harapan kita tentu ingin melihat atlet-atlet muda bisa mencapai titik tertinggi performanya, berlaga di tur-tur senior dan turnamen mayor, bahkan mengulangi kembali kejayaan badminton kita di era beberapa tahun kebelakangan,” pungkasnya.
Pencapaian di Kairo menjadi bagian dari perjalanan regenerasi bulu tangkis Indonesia. Raihan lima medali dalam kejuaraan ini menambah catatan prestasi Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.
Oleh: Naura Najwa Salsabila