Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Prestasi/
Prestasi

By Zaenal Mustofa
05/03/2016 3 Min Read
0
Masisir Kembali Berkarya,Disertasi Ilmu kalam Di Bedah
Aspek Humanis dalam “Diskursus Ilmu Kalam Perspektif Kaum Asy’arian; Pembacaan Kontemporer atas Urgenitas Akidah Ahlussunnah wal Jama’ah”- Mohammad Yunus Masrukhin, MA secara sederhana, tema yang mencoba diketengahkan—dalam tema/disertasi ini—merupakan usaha untuk menjawab sejumlah kritikan yang mengemuka dari beberapa kalangan akademis dalam diskursus pemikiran Islam kontemporer.
Sejumlah kritikan itu, meski bertitik tolak dari sudut pandang yang beragam, tetapi kesemuanya bertemu dalam satu pokok pandangan bahwa, akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (selanjutnya disingkat Aswaja) yang mayoritas bermazhab Asy’ari telah kehilangan kemampuannya dalam menjalankan fungsinya, yakni fungsi teologis yang menjadi etos manusia kontemporer untuk menemukan nilai kemanusiaan yang kontemporer.
Lebih dari itu, akidah Aswaja ini juga dianggap tak mampu menjadi pendorong bagi dinamika peradaban yang hadir dalam bingkai modernitas.
Dengan demikian, dalam pandangan mereka, Aswaja—terutama yang dihadirkan oleh kaum Asy’arian—telahkehilangan urgenitasnya, sehingga ia tak lagi relevan untuk hadir dalam diskursus pemikiran Islam kontemporer. Pada gilirannya, ia harus diganti dengan bentuk-bentuk pemikiran teologis lain yang dianggap mampu menyesuaikan diri dengan kondisi—sejak dari yang radikal kiri sampai pada yang radikal kanan.
Untuk menjawab tantangan teologis kontemporer tersebut, Aswaja (yang dirunut sejak dari Imam Abu Al-Hasan Al-Ash’ari [w. 324 H./936 M.] sampai pada generasi Asy’arian kontemporer) yang dibaca secara kontemporer merupakan titik mula usaha pembuktian bahwa ia adalah pemikiran teologis yang tanggap atas polemik diskursif. Ia siap untuk diukur dengan syarat-syarat keabsahan pemikiran yang marak pada masa kontemporer, tanpa harus mengalami keterputusan dengan keabsahan yang telah diraihnya dari syarat-syarat diskursif yang ada dalam tradisi teologis sebelumnya.
Dengan menitik-beratkan pembacaan pada kesadaran teologis dari bangunan pemikiran yang ada dalam Aswaja, tema/disertasi ini berusaha untuk menyoroti relasi manusia dalam beragam dimensi. Secara umum, ragam dimensi tersebut bisa dibagi menjadi tiga: 1) dimensi ontologis; 2) dimensi epistemologis; 3) dimensi praktis.
Dimensi ontologis merupakan usaha untuk mencermati kesadaran relasional (bukan kesadaran relatif) manusia dengan Tuhan untuk menemukan keaslian wujudnya di hadapan wujud-Nya, sebagai manusia yang berkehendak atas pilihannya, juga sejumlah kemungkinan yang dimilikinya. Ia merupakan pembuktian atas relasi manusia-Tuhan pada tataran kesadaran wujud dan kebebasan. Dimensi epistemologis merupakan pencermatan kesadaran relasional manusia-Tuhan melalui hadirnya kenabian dalam lingkup kesadaran manusia. Sebuah kehadiran yang merupakan pewartaan tentang bentuk relasi manusia-Tuhan yang lengkap, yang membentuk bangunan pemikiran keagamaan yang menjadi sarana menuju pengetahuan tentang kemanusiaan sejati.
Dimensi praktis merupakan usaha untuk melacak pembuktian hadirnya kesadaran ontologis dan epistemologis dalam tataran kenyataan. Suatu kenyataan yang tak hanya ditunjukkan oleh kemampuan manusia untuk menyadari dan mengetahui relasi-relasi di atas, tetapi juga kemampuannya untuk mengejawantahkan sebagai bentuk keshalehan. Keshalehan merupakan bentuk sikap manusia yang sadar atas pilihannya untuk beriman, yang dibenarkan oleh dua relasi di atas, sehingga pilihan tersebut bisa dikatakan sebagai kehendak untuk beriman.
Iman sebagai bukti kebebasan manusia untuk menunjukkan bentuk kemanusiaannya dalam konteks nyata. Itulah sebabnya, kehendak untuk beriman mengandaikan kesanggupan kesadaran teologis untuk menjalankan segala perintah dan segala larangan Tuhan.Dengan mencermati tiga dimensi tersebut, maka kesadaran manusia yang dihadirkan dalam tradisi teologi Aswaja dari kaum Asy’arian, sejak masa Imam Al-Asy’ari sampai masa kontemporer, merupakan kesadaran teologis yang berimbang. Yakni, keseimbangan yang mampu menautkan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan secara padu, sehingga melahirkan bentuk kemanusiaan teologis sebagai bentuk kemanusiaan sejati. Wal-Lâhu al’lam
Jangn lupa tinggalkan jejakmu!

Tags:

kegiatanNewsPrestasi Masisir
Author

Zaenal Mustofa

Administrator

Follow Me
Other Articles
Previous

Next

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300
banner 325x300
Hey, I’m PPMI Mesir
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
    by cairomein@gmail.com
    25/07/2026
  • DPD PPMI Thanta Perhatikan Kesehatan Warga Jelang Ujian
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • Masisir Kembali Banggakan Indonesia di Kanca Dunia
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • KBRI Sambut Kader Bangsa di Mesir
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

PPMI Mesir

PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir

PPMI Mesir

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
    Kairo (23/7) merupakan hari yang berbahagia bagi HIMMAH RAM. Rahmana… Read more: RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
  • PPMI Mesir Gelar Webinar “Global Academic Journey”: Bedah Strategi Raih Beasiswa Magister ke University of Edinburgh
    Kairo — Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Masa Bakti… Read more: PPMI Mesir Gelar Webinar “Global Academic Journey”: Bedah Strategi Raih Beasiswa Magister ke University of Edinburgh
  • Bukan Hasil Akhir, tapi Batu Loncatan: Refleksi Jeihan Hafiya Usai Raih Penghargaan PPMI Record
    Tulisan ini merupakan hasil wawancara dengan Jeihan Hafiya Hernanto, S.Sos.,… Read more: Bukan Hasil Akhir, tapi Batu Loncatan: Refleksi Jeihan Hafiya Usai Raih Penghargaan PPMI Record

Pages

Kontak

Phone

+20...

+62...

Email

ppmimesir@

Lokasi

Cairo, Egypt

Copyright 2026 — PPMI Mesir. All rights reserved.