Suasana kebersamaan dan sportivitas mewarnai acara grand closing kompetisi olahraga Bhineka Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Keluarga Masyarakat Nusa Tenggara Barat (KMNTB) Mesir di Wafa El-Amal, Nasr City, Kairo, pada Sabtu (24/10). Acara ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kompetisi, yang ditutup dengan laga final antara Toba FC dan Siliwangi FC.
Selain pertandingan final, puncak acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, salah satunya Tari Kecak yang memukau para penonton. Tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, Bhineka Cup 2026 juga mengusung nilai kebersamaan dan persatuan. Hal ini tercermin dalam slogan utama yang disampaikan Ketua Pelaksana, Abdurrahman, dalam laporan resminya.
“Slogan kita adalah besemeton, satu bhineka. Berbeda-beda dalam rangkaian saudara, itu yang kita tancapkan di Bhineka Cup 2026,” ujarnya.
Sejak menit awal pertandingan, kedua kelompok suporter memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan masing-masing. Suporter Toba FC mengibarkan bendera di jaring pengaman, sementara suporter Siliwangi FC membentangkan tifo (red: spanduk) berukuran besar di tribun penonton.
Pertandingan berlangsung sengit. Siliwangi FC sempat menjebol gawang lawan, tetapi gol tersebut dianulir oleh wasit karena dinyatakan offside. Siliwangi FC kemudian berhasil mencetak satu gol yang membawa mereka unggul atas Toba FC.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Toba FC berhasil mencetak gol penyeimbang sehingga skor kedua tim menjadi imbang. Hasil tersebut membuat pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam babak penentuan ini, Siliwangi FC keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Laga final yang berlangsung dramatis ini sekaligus menutup rangkaian Bhineka Cup 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir. Meski jauh dari tanah air, semangat kebersamaan, sportivitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang tercermin dalam acara ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
Oleh: Tsabita Zahra Alkhansa