Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Artikel/Prinsip Tauhid dalam Berilmu
Artikel

Prinsip Tauhid dalam Berilmu

By Zaenal Mustofa
02/06/2014 3 Min Read
0
Sebagaimana jamak diketahui, umat Islam sekarang sedang berusaha untuk memajukan peradabannya. Dr. Muhammad Imarah menyebutkan dua kategori dalam proyek kebangkitan Islam ini, pertama mereka yang memulai dari politik, seperti Jamaluddin al-Afghani.  Sementara golongan kedua berangkat dari pendidikan, seperti Muhammad Abduh.
Suatu ketika Dr. Mahmud Husein, dosen filsafat Eropa, dalam perkuliahan menyampaikan bahwa ilmu kalam dan filsafat hanya menggunakan otak/akal, tapi tidak menyentuh qalb. Ibarat burung, akal atau rasio hanyalah satu sayap manusia. Satu sayap lain adalah qalb/hati atau nilai-nilai spiritualitas. Karena itu, untuk bisa terbang, manusia harus menggunakan keduanya.
Jika kita telusuri melalui kacamata pandangan hidup. Spektrum worldview barat modern tidak menyeberangi batas empiris. Sehingga hal-hal yang bersifat non-empiris dinafikan. Padahal Islam sebagai agama samawi mensyaratkan kepercayaan terhadap wujud Allah Swt., malaikat, akhirat, surga dan neraka sebagai bagian dari keimanan. Dengan kata lain, pandangan hidup Islam lebih luas karena tidak terbatas pada hal-hal empiris, namun juga mencakup non-empiris.
Oleh karena itu, dalam Islam, manusia tidak dipandang sebagai makhluk hanya yang terdiri dari jasad, tapi juga ruh. Dan sebagaimana jasad yang memerlukan nutrisi dan vitamin untuk menjaga kelangsungan hidupnya, ruh juga memerlukan nutrisi dalam bentuk yang berbeda. Sedang dalam persoalan epistemologis, Islam tidak menafikan peran akal, indera dan kalbu manusia dalam proses memperoleh pengetahuan. Ketiga sarana tersebut penting bagi manusia untuk mengetahui. Banyak ayat dalam al-Quran yang menyuruh manusia untuk menggunakan akal, indera dan kalbunya. Afala ta’qilun, afala tubshirun, walakinnahum la yasyurun.
Meskipun demikian, al-Quran juga menggarisbawahi bahwa sumber utama pengetahuan adalah dari Allah Swt. Allamal insana ma lam ya’lam. Allamahul bayan. Wa allama aadamal-asmaa a kullaha. Karena itu perlu disadari lagi bahwa manusia tidak serta-merta mendapat limu karena ia berpikir, tapi karena Allah Swt. memberinya ilmu. Wa ma uutitum minal ilmi illa qalilan. Wala yuhituna bi ilmihi illa bima syaa’.
Lalu untuk apa manusia menuntut ilmu?
Pertama kali perlu ditekankan lagi bahwa tujuan “menuntut ilmu” tidak lepas dari tujuan besar penciptaan manusia, yaitu penghambaan terhadap Allah Swt. Karena itu menurut Imam Ghazali, tujuan utama seseorang menuntut ilmu adalah hidayatullah, hidayah dari Allah Swt. Dengan demikian, Imam Ghazali telah menjelaskan hubungan yang erat antara kegiatan menuntut ilmu dan ibadah. Ghazali juga telah menerangkan dimensi rabbani dalam ilmu, tidak melulu materialistik.
Maka tak heran apabila kita sering mendengar sebuah adagium “man izdaada ilman wa lam yazdad hudan, lam yazdad minallahi illaa bu’dan”.  Barangsiapa yang bertambah ilmunya, namun tidak semakin dekat kepada Allah Swt., berarti ia sedang menjauh-Nya. Selain itu, Imam Ghazali dalam bidayatul hidayah banyak sekali mencantumkan ibadah ritual yang dianjurkan kepada para penuntut ilmu. Tujuan ibadah tersebut tak lain adalah untuk membangun hubungan spiritual antara sang penuntut ilmu dengan Sumbernya. Dengan demikian, Allah Swt. menjadi awal (tempat ilmu berasal) dan akhir (tujuan ilmu). Allah Swt. menjadi poros bagi kegiatan keilmuan sebagai perwujudan prinsip tauhid.
Setelah konsep dasar ini tertanam dalam pribadi seorang muslim, ia kemudian dituntut untuk mengamalkannya. Pengetahuan akan sebuah ilmu tidak lantas membuat orang tersebut mengamalkan ilmunya. Pandangan ini dapat kita cermati dari ayat ‘… kabura maqtan …’. Karena itu, menurut hemat penulis, istilah ‘ilmu yang bermanfaat’ tidak bisa dipahami secara literal. Manfaat yang terkandung dalam ilmu masih bersifat potensial. Ibarat korek gas, perlu pemantik untuk membuatnya menyala dan membara. Pemantik itu adalah amal, dan panas adalah manfaatnya. Tanpa pemantik, gas itu tidak berguna. Seseorang harus mencari ilmu dahulu, kemudian berjibaku untuk mengamalkannya. Atau dengan kata lain, ‘ilmu yang bermanfaat’ merupakan hasil akhir.Wallahu a’lam bisshawab
Penulis: Angga Prilakusuma
Jangn lupa tinggalkan jejakmu!
Author

Zaenal Mustofa

Administrator

Follow Me
Other Articles
Previous

Seminar al-Qur’an Internasional

Next

Relevansi Metode Klasik Arab Pegon Pada Era Modern

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300
banner 325x300
Hey, I’m PPMI Mesir
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
    by cairomein@gmail.com
    25/07/2026
  • DPD PPMI Thanta Perhatikan Kesehatan Warga Jelang Ujian
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • Masisir Kembali Banggakan Indonesia di Kanca Dunia
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • KBRI Sambut Kader Bangsa di Mesir
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

PPMI Mesir

PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir

PPMI Mesir

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
    Kairo (23/7) merupakan hari yang berbahagia bagi HIMMAH RAM. Rahmana… Read more: RAHMANA 2026 : Berbagi Bahagia di Hari Lahirnya HIMMAH dan Nusantara
  • PPMI Mesir Gelar Webinar “Global Academic Journey”: Bedah Strategi Raih Beasiswa Magister ke University of Edinburgh
    Kairo — Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Masa Bakti… Read more: PPMI Mesir Gelar Webinar “Global Academic Journey”: Bedah Strategi Raih Beasiswa Magister ke University of Edinburgh
  • Bukan Hasil Akhir, tapi Batu Loncatan: Refleksi Jeihan Hafiya Usai Raih Penghargaan PPMI Record
    Tulisan ini merupakan hasil wawancara dengan Jeihan Hafiya Hernanto, S.Sos.,… Read more: Bukan Hasil Akhir, tapi Batu Loncatan: Refleksi Jeihan Hafiya Usai Raih Penghargaan PPMI Record

Pages

Kontak

Phone

+20...

+62...

Email

ppmimesir@

Lokasi

Cairo, Egypt

Copyright 2026 — PPMI Mesir. All rights reserved.