PPMI Mesir Temui OIAA, TGB. Zainul Majdi: OIAA Sebagai Instrumen Penyambung antara Al-Azhar dan Alumni

 PPMI Mesir Temui OIAA, TGB. Zainul Majdi: OIAA Sebagai Instrumen Penyambung antara Al-Azhar dan Alumni

Ppmimesir.or.id, Kairo—PPMI Mesir yang diwakili oleh Ahsan Ulil Albab sebagai Presiden PPMI Mesir, Kevin Damara selaku Wapres PPMI Mesir, Romza selaku Depim MPA, Ghozali sebagai Gubernur KM-NTB, dan Arya selaku Sekjen KM-NTB menjumpai DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. sebagai Ketua OIAA (Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar) beserta jajarannya ketika berkunjung ke Kairo, Mesir pada hari Rabu (15/9/2021). Organisasi yang menaungi alumni al-Azhar di Indonesia tersebut, memiliki tujuan untuk menyebarkan manhaj al-Azhar yang wasatiah.

Kedatangan beliau untuk mengurusi Camaba Indonesia yang akan melanjutkan akademik di universitas al-Azhar. Menurut TGB (Tuan Guru Bajang), “Posisi OIAA berada di hilir, yaitu akhir dari pada hulunya. Ia bertugas mencermati para mahasiswa yang akan ke Mesir, maka dari itulah OIAA ikut serta mengurus Camaba,” ujar Ketua OIAA.

DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. juga menyampaikan bahwa OIAA bukan sebuah organisasi yang independen, ia merupakan instrumen yang dibangun oleh Grand Syekh al-Azhar, agar ada hubungan antara al-Azhar dengan para alumninya. “OIAA merupakan cabang dari OIAA Kairo, jadi tidak independen,” kata Pak TGB. Ketua OIAA tersebut juga mengatakan bahwa OIAA siap mendukunng peningkatan integritas individu kader-kader mahasiswa al-Azhar dan PPMI Mesir yang siap menjaga komitmen.

Menurut Dr. Muchlis M. Hanafi, Sekjen OIAA Indonesia, permasalahan menurunnya kualitas bahasa anak-anak Pusiba dikarenakan angkatan dua dan tiga belajarnya online. Untuk permasalahan itu silakan diajukan ke pihak Direktur DL bukan ke pihak OIAA, Kemenag atau Pusiba. Oleh karena itu Kemenag melakukan inovasi dalam memfilter Camaba pada tes Kemenag dengan tujuan untuk menguatkan kemampuan baca kitab turats.

Ia juga mengingatkan hal yang perlu diperhatikan oleh teman-teman, tentang mengatur fokus teman-teman yang belajar di sini, agar kegiatan lain tidak mengurangi semangat belajar. Perlunya PPMI Mesir mengatur kuantitas SDM yang banyak ini. Selain itu Pak Adib menekankan bahwa organisasi pelajar jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.

Akhir perjumpaan, DR. TGB. Muhammad Majdi, Lc., M.A. memberikan nasihat tentang karir dan prospek Masisir di masa depan dengan, “Isilah ruang-ruang pengkhidmatan yang kalian tempati sekarang atau yang kelak kalian temui setelah balik ke kampung halaman masing-masing dengan penuh ketulusan dan komitmen yang baik. Jika telah terpenuhi dengan baik, kelak Allah SWT akan memberikan ruang-ruang pengkhidmatan baru untuk dilaksanakan,”  

Kemudian beliau mengibaratkan bagaikan sebuah gelas yang diisi terus-menerus hingga penuh dan meluap, maka saat itu Allah SWT akan berikan gelas-gelas baru atau Allah SWT perluas gelasnya untuk menampung luapan ketulusan itu. Sebaliknya jika diisi setengah-setengah, kapan akan penuh dan butuh gelas baru yang lebih besar, sedangkan gelas yang ada atau ruang pengkhidmatan yang kalian temui hari ini tidak penuh diisi. Maka kapan akan diberikan ruang pengkhidmatan yang baru oleh Allah SWT. “Setiap amanah butuh ketulusan dan komitmen yang baik agar bisa dituntaskan,” nasihat Ketua OIAA.

Reporter: Wijaya

Dwi Wijaya Kusuma

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *