ppmimesir.or.id – Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Rahmat Iqbal, mengadakan pertemuan penting dengan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, untuk membahas berbagai isu krusial yang berkaitan dengan regulasi mahasiswa baru dan TEMUS (Tenaga Musiman) di Komisi 8 serta di Fraksi PKS. Pertemuan ini berlangsung di Jakarta pada 3 Juli 2024, dengan agenda utama untuk memperketat regulasi seleksi mahasiswa baru ke Mesir melalui Kementerian Agama.
Hidayat Nur Wahid, yang juga mewakili Daerah Pemilihan Jakarta 2 dan WNI di Luar Negeri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Indonesia di Mesir yang telah memilihnya kembali sebagai anggota DPR. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas seleksi mahasiswa baru dan memperbaiki sistem TEMUS Haji, serta berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat DPR.
Rahmat Iqbal turut menyertai panitia Simposium Kawasan Timur Tengah untuk menyampaikan undangan khusus kepada Hidayat Nur Wahid. Dalam pertemuan ini, Rahmat juga mengajak teman-teman Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) yang ingin bersilaturahmi ke kantor Hidayat Nur Wahid untuk menjalin komunikasi lebih lanjut.

Selain itu, Rahmat Iqbal juga mengusulkan agar diadakan forum antara Kementerian Agama, OIAA (Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar), dan PPMI Mesir guna membahas berbagai isu pendidikan yang dihadapi mahasiswa Indonesia di Mesir. Hidayat Nur Wahid merespons dengan sangat baik dan berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut di DPR.
Tak hanya itu, Hidayat Nur Wahid juga berharap mahasiswa Indonesia di Mesir dapat berkontribusi lebih besar di pemerintahan Indonesia di masa mendatang. Rahmat Iqbal juga mengadakan komunikasi dengan anggota DPR dari Komisi 8, khususnya dari Partai Golkar dan partai lainnya, mengingat banyaknya isu pendidikan yang bersinggungan dengan kepentingan mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di Mesir serta mempererat hubungan antara pemerintah dan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Reporter: Moh. Ghibran
