Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

PPMI Mesir PPMI Mesir

Official Website

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Artikel/Menjaga Persatuan Umat dengan Teologi Asy’ari dan Maturidi
Artikel

Menjaga Persatuan Umat dengan Teologi Asy’ari dan Maturidi

By Rafa Pebrianti
27/07/2022 3 Min Read
1

Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia. Berdasarkan Royal Islamic Strategic Studies Center (RISSC), ada 231,05 juta warga Indonesia yang memeluk agama Islam atau setara dengan 86,7% populasi warga negara Indonesia secara kesuluruhan (https://dataindonesia.id/ragam/detail/8-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-ada-indonesia). Dengan jumlah yang fantastis ini, kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap agama terlihat sangat tinggi dibandingkan negara-negara Islam yang lainnya, seperti halnya Timur Tengah. Dalam data yang disebutkan oleh RISSC pun, Mesir menduduki peringkat keenam di bawah Nigeria.

Dengan begitu besarnya perhatian masyarakat Indonesia akan keberadaan Islam sebagai sebuah agama, maka perdebatan akan isu-isu keagamaan di Indonesia dalam berbagai lini menjadi sesuatu yang tak pernah habis dibincangkan. Tak jarang, perselisihan di dalam masyarakat yang ditimbulkan dari perbedaan pandangan dalam sebuah isu keagamaan menjadi hal yang sering terjadi. Dalam hal ini, sikap-sikap beragama yang cenderung eksklusif dan tertutup menjadi salah satu sebab yang sering terjadi dalam konteks perselisihan internal umat muslim di Indonesia.

Demi menjaga stabilitas kehidupan umat muslim dalam beragama khususnya dan bernegara umumnya, umat muslim diminta untuk memegang prinsip-prinsip keagamaan yang menjunjung tinggi persatuan umat dan kesatuannya dengan menghindari perpecahan. Seperti yang disebutkan dalam hadist Nabi SAW. “Permisalan orang-orang yang beriman dalam cinta, kasih, dan sayang diantara mereka ibarat satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh kesakitan, niscaya seluruh anggota tubuh yang lain akan turut merasakannya dengan tidak bisa tidur pada malam hari dan demam,”.

Dalam hal ini, pemahaman akan akidah dalam beragama menjadi hal krusial yang perlu dijadikan titik tolak bagi para pemeluk agama, khususnya Islam. Kegandrungan atas Islam yang terjadi di Indonesia semestinya memberikan pengalaman beragama yang lebih rukun apabila seluruh komponen di dalamnya memahami secara utuh konsep beragama yang dikehendaki.

Dalam perjalanan sejarah Islam, perpecahan politik dalam tubuh umat muslim pernah terjadi. Perpecahan ini merembet hingga ranah teologis, menyebabkan lahirnya golongan-golongan dengan konsep akidah yang berbeda. Seperti lahirnya Murjiah, Khowarij, hingga Syiah. Pergulatan dalam hal akidah ini terjadi cukup lama, hingga lahirnya Abu al-Hasan al-Asy’ari pada tahun 260H/873M dengan pengikutnya yang dinamai Asy’ariyah dan Abu Manshur al-Maturidi sekitar abad 3H dan para pengikutnya yang dikenal dengan Maturidiyah.

Perbedaan akidah pada beberapa golongan paham teologis tersebut salah satunya didapati dalam pemaknaan atas “iman”. Iman sebagai hal fundamental dalam beragama, dimaknai—secara tidak langsung diyakini pula—secara berbeda. Tentu hal itu berimbas bagi keberlangsungan kehidupan beragama bagi para pemeluknya, sesuai dengan pemahaman teologis yang diyakininya.

Dalam pemahaman Asy’ariyah dan Maturidiyah, iman dimaknai sebagai apa yang diyakini oleh hati dan diucapkan melalui lisan. Dalam hal ini, Maturidiyah berpendapat bahwa berikrarnya seseorang atas keimanannya merupakan syarat dalam penerapan hukum-hukum yang berlaku baginya di dunia, seperti halnya pembagian warisan, pernikahan, sholat, hingga tata cara pemakaman jenazah.

Sedangkan dalam pemahaman akidah menurut Mu’tazilah dan Khawarij yakni; meyakini dengan hati, mengucapkan menggunakan lisan, dan mengerjakan segenap ritual peribadatan.

Perbedaan pemaknaan atas iman seperti dua contoh tersebut secara tidak langsung akan berimplikasi terhadap lahirnya sikap para penganutnya dalam melihat realitas yang dihadapi. Pada para penganut paham teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah, akan terbangunnya hukum-hukum Islam dalam kehidupan beragama dengan tanpa menghukumi keimanan sesamanya. Hukum-hukum Islam tersebut diberlakukan kepada siapa yang mengakui keimanannya.

Sedangkan pemaknaan atas iman yang diusung oleh Mu’tazilah dan Khawarij akan berimbas pada sikap saling mengkafirkan bagi siapa yang tidak mengerjakan segenap ritual-ritual peribadatan. Bagi siapa yang tidak mengerjakan sholat, maka ia sudah dihukumi sebagai seorang kafir dan akan diperlakukan sebagai seorang kafir, tanpa memandang keimanan yang ada dihatinya. Dengan pemaknaan semacam ini, lambat laun perpecahan akan terjadi dimana-mana.

Persoalan akidah seperti yang telah disebutkan merupakan hal pokok yang masih sering luput, dan seharusnya dipahami para penganut Islam, khususnya dalam konteks Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Sikap moderat dapat diambil dari paham teologis Asy’ari dan Maturidi untuk kemudian diaplikasikan ke dalam ruang keagamaan di Indonesia. Dan menjauhi sikap-sikap beragama yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan umat Islam di Indonesia sebagai kesatuan umat muslim dan kesatuan warga negara Indonesia.

Tags:

AsyariyahJaga PersatuanMathuridiyahTeologi
Author

Rafa Pebrianti

Follow Me
Other Articles
Previous

Afiliasi PPMI Mesir Bahas Problematika Pendidikan Islam Era Society 5.0 dalam DIKSI

Next

Pendaftaran Beasiswa Al-Azhar, Buust Telah Dibuka

One Comment
  1. Nashir says:
    01/10/2022 at 14:42

    Dangkal

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300
banner 325x300
Hey, I’m PPMI Mesir
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Sekolah Parlemen PPMI Mesir 2024
    Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
    by Zaenal Mustofa
    22/07/2024
  • DPD PPMI Thanta Perhatikan Kesehatan Warga Jelang Ujian
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • Masisir Kembali Banggakan Indonesia di Kanca Dunia
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014
  • KBRI Sambut Kader Bangsa di Mesir
    by Zaenal Mustofa
    02/06/2014

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

PPMI Mesir

PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir
PPMI Mesir

PPMI Mesir

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
    ppmimesir.or.id – Setelah sukses menyelenggarakan Gelar Wicara tentang Legislatif yang… Read more: Sederet Pejabat KBRI Cairo Hadir, Sekolah Parlemen Jadi Sorotan: Ada Apa?
  • Komisi Pemberdayaan Alumni Simposium Kawasan Timtengka Soroti Urgensitas Pelatihan Soft Skill pada Sidang Kedua
    ppmimesir.or.id – Sidang Komisi II pada Komisi Pemberdayaan Alumni menghasilkan… Read more: Komisi Pemberdayaan Alumni Simposium Kawasan Timtengka Soroti Urgensitas Pelatihan Soft Skill pada Sidang Kedua
  • Gelar Sidang Kedua, Komisi Sosial Simposium Kawasan Timtengka Sahkan Draf Inventaris Masalah
    ppmimesir.or.id – Sidang Kedua Simposium Kawasan Timtengka adalah sidang lanjutan… Read more: Gelar Sidang Kedua, Komisi Sosial Simposium Kawasan Timtengka Sahkan Draf Inventaris Masalah

Pages

Kontak

Phone

+20...

+62...

Email

ppmimesir@

Lokasi

Cairo, Egypt

Copyright 2026 — PPMI Mesir. All rights reserved.