Lalu Turjiman Ahmad Raih Doktoral dengan Predikat Summa Cumlaude. Yuk Intip Isi Disertasinya!
| Dari kanan: Prof. Dr. Muhammad Al-Sayyid Sulaiman el-Abd, Prof. Dr. Muhammad Hasan Abdul Aziz, Dr. Lalu Turjiman Ahmad, Prof. Dr. Shafwat Ali Shalih usai sidang dan pengesahan gelar doktoral. |
| Dr. Lalu Turjiman Ahmad saat duduk di kursi panas ketika sidang tengah berlangsung. |
| Dr. Lalu Turjiman Ahmad bersama Atdikbud KBRI Kairo Dr. Usman Syihab |
Meskipun reputasi Ibnu Qutaibah dan kontribusinya dalam dunia keilmuan tidak asing lagi sebagai penerus proyek para ulama bahasa sebelumnya seperti Sibawaih (w. 180 H), Abu Ubaidah Ma’mar bin Mutsanna (w. 209 H), Al-Ashma’i (w. 216 H), Abu Ubaid Qasim bin Sallam (w. 224 H) dan lain-lain; Pak Lalu dalam disertasinya ini mencoba menguak sisi-sisi yang masih tidak diketahui tentang ulama kelahiran Kufah yang menghabiskan hidupnya di Bagdad itu.
ertanya-tanya: “Dimanakah letak kemukjizatan Al-Quran?”. Dari pertanyaan ini, muncullah pandangan-pandangan berbeda, bahkan muncul konsep-konsep kontroversial yang menghebohkan jagad dunia Islam saat itu, di antaranya Konsep al-Shurfah dan mukjizah muaqqatah. Bagaimana tidak, kelompok ini beranggapan bahwa sebenarnya Al-Quran sejatinya adalah kalam biasa yang sebenarnya bisa diikuti, hanya saja Allah memalingkan hasrat kaum Jahiliyah yang terkenal dengan puncak kefasihannya untuk membuat tandingan.
Mantap ulasannya, keren sekali reporternya