Kunjungan Pertama PPMI Menyapa, Kekeluargaan Keluhkan Isu Kesehatan dan Pola Interaksi Masisir

 Kunjungan Pertama PPMI Menyapa, Kekeluargaan Keluhkan Isu Kesehatan dan Pola Interaksi Masisir

Kunjungan ke Kekeluargaan KMJ

Ppmimesir.or.id, Kairo―PPMI Mesir telah mengadakan program PPMI Menyapa Bersama Lima Menko dengan tema “Jalin Silaturahmi, Eratkan Kolaborasi”. Program ini akan berlangsung secara bertahap, melihat banyaknya lembaga di kalangan Masisir. Kunjungan pertama dilaksanakan pada Sabtu (04/09) dengan mengunjungi empat Kekeluargaan Nusantara, diantaranya KMJ, KMB, KMKM, dan KMA.

Zumratus Sa’adah Julia selaku Menteri Dalam Negeri mengungkapkan bahwasannya program ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan Kekeluargaan Nusantara dengan mempererat silaturahmi, mendengar aspirasi, serta berdiskusi bersama untuk mencari solusi dari problem-problem yang ada. Juga sekaligus sosialisasi program masing-masing, baik PPMI maupun kekeluargaan.

Kunjungan perdana ini dimulai dengan mengunjungi KMJ pada pukul 11.00 WLK dan diakhiri dengan mengunjungi KMA pada pukul 20.40 WLK. Kunjungan ini berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari para Gubernur Kekeluargaan. Pada kesempatan kali ini, para gubernur banyak mengungkapkan keresahannnya terhadap kesehatan Masisir. Mereka juga sudah berencana untuk membuat langkah-langkah preventif dalam kesehatan dan mengajak PPMI untuk berkolaborasi.

Dalam hal ini Gubernur KMJ, Rahmat Iqbal mengungkapkan bahwa KMJ sedang melakukan pendataan menyeluruh mengenai penyakit yang diderita anggota. Iqbal meminta beberapa orang sebagai wadah koordinasi dari Kementerian Kesehatan terkait kesehatan anggota. “Sejauh ini KMJ sudah mendata seluruh anggota, namun belum dilaksanakan kepada mahasiswa baru. KMJ juga mempersiapkan SATGAS untuk menangani isu kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur KMB, M. Hazbin, juga mengadukan keresahannya terhadap problematika kesehatan. Ia mengajukan program Healthy Consultation dengan menggandeng PPMI dalam bentuk hotline. Hazbin menyampaikan keluhannya bahwa mayoritas Masisir belum memahami bahasa-bahasa kedokteran. Oleh sebab itu, ia memberi saran terkait pendampingan atau penyebaran kosakata-kosakata terkait istilah-istilah kedokteran.

Masih dalam ranah kesehatan, Muhammad Guntur, selalu Sekjend KMKM mengeluhkan kurangnya partisipasi KBRI dan PPMI dalam menangani anggotanya yang sakit. Guntur menyarankan agar menyiapkan seorang dokter yang siap siaga 24 jam melayani Masisir, terutama dalam kasus-kasus darurat. Ketua Wisma KMKM, Fadhan Yulianoor, juga menyarankan agar PPMI memiliki dokter kapabel yang dapat memberi diagnosis, resep, dan saran sebelum dilarikan ke rumah sakit Mesir.

Kunjungan ke Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA)

Selain aspek kesehatan, mereka juga mengeluhkan aspek sosial Masisir.  menyampaikan keluhan dan teguran terkait norma dan interaksi antara Masisir –laki-laki dan perempuan. Ahmad Fauzi selaku Wakil Gubernur pun menekankan poin terkait interaksi dan hubungan lawan jenis. Ia menyarankan agar PPMI Mesir lebih memperhatikan dan menekankan lagi perihal pola interaksi ini.

Di penghujung kunjungan Gubernur KMA, Muhammad Syukran menyampaikan bahwa isu interaksi menjadi salah satu masalah dalam KMA. Tak hanya pola interaksi, Syukran juga menggelishakan terkait merosotnya norma di Masisir. “Saya risau dengan kondisi Masisir sekarang, banyak Masisir yang mulai sering terlihat bercelana pendek dan merokok di tempat umum. Sehingga hal ini mulai disorot oleh masyarakat Mesir sendiri”, imbuhnya.

Reporter: Ahmad Nasi’in Najib

Editor: Zumratus Sa’adah Julia

Dwi Wijaya Kusuma

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *