Bincang Bersama PPI Tunisia, Anggota PPI Tunisia Nyatakan: Daftar Kuliah di Tunisia Hanya Satu Jalur

 Bincang Bersama PPI Tunisia, Anggota PPI Tunisia Nyatakan: Daftar Kuliah di Tunisia Hanya Satu Jalur

Live Streaming Instagram Bersama PPI Tunisia. In Frame, Kiri: Nata Sutisna, Anggota PPI Tunisia. Kanan: Ahmad Nabil Nasyiri, Menlu PPMI Mesir.

Ppmimesir.or.id, Kairo—Dalam agenda Bincang Mahasiswa Dunia bersama PPI Tunisia yang diselenggarakan oleh Kemenlu PPMI Mesir, melalui siaran langsung Instagram PPMI Mesir, yang dimoderatori oleh Nabil Nashiri selaku Menteri Luar Negeri pada bincang perdana Minggu, (12/09/2021). Nata Sutisna sebagai narasumber perwakilan dari Anggota PPI Tunisia menyatakan bahwa hanya terdapat satu jalur untuk melanjutkan akademik kuliah di Tunisia. “Untuk kuliah ke Tunisia itu hanya ada satu jalur, yaitu jalur Kementrian Pendidikan Tunisia yang difasilitasi oleh KBRI Tunisia dan PPI Tunisia,” ungkap Nata Sutisna.

Menurutnya, karena hal ini difasilitasi oleh PPI Tunisia maka untuk menempuh jalur ini cukup melalui PPI Tunisia saja. Pendaftaran ini juga biasanya dibuka mulai bulan Juni hingga September—hanya satu tahun sekali. Selain itu, pendaftaran untuk kuliah di Tunisia cukup dengan mengirimkan berkas ke panitia Camaba PPI Tunisia. Perihal berkas yang harus dipersiapkan untuk pelamar kuliah S1 sampai S3 relatif sama, kecuali ijazah, yaitu akte kelahiran, paspor, ijazah sebelumnya dengan transkrip nilai, surat keterangan berperilaku baik dari sekolah asal, surat keterangan sehat, SKCK dari kepolisian, dan TOAFL yang sudah diterjemahkan ke bahasa Arab.

Kuota yang tersedia dalam menempuh kuliah di Tunisia hanya sebatas 30 orang pertahunnya, 20 orang untuk jenjang S1 dan untuk jenjang S2 dan S3 digabung menjadi 10 orang saja. “Jadi pertahun cuma punya kuota 30 orang untuk mahasiswa Indonesia,” terang Nata.

Adapun universitas yang ada di Tunisia terdapat beberapa universitas, diantaranya Universitas Zaitunah Pusat, Tunis, Manuba, dan Zaitunah Cabang. Menurutnya KBRI dan PPI Tunis mengarahkan semua mahasiswa mendaftar ke Universitas Zaitunah pusat saja, karena di tempat itu memang fokus dalam pendidikan Islam. “Untuk teman-teman yang ingin kuliah di Tunisia kami menyarankan di Universitas Zaitunah saja,” saran mahasiswa keturunan Sunda itu.

Universitas Zaitunah terdiri dari dua fakultas, Peradaban Islam dan Usuluddin. Dalam fakultas Peradaban Islam terdapat jurusan Ilmu al-Qur’an dan Hadist, Akidah dan Ilmu Kalam, Fikih, dan Peradaban Islam. Dalam fakultas Usuluddin terdapat Syariah dan Hukum Undang-undang, Perbandingan Fikih, Ekonomi Islam, dan Perbandingan Agama. “Untuk jurusan mungkin banyak, akan tetapi untuk fakultas hanya terdapat dua saja,” ujarnya.

“Di sini S1 tiga tahun dan S2 dua tahun dikarenakan tidak ada kelas bahasa terlebih dahulu sebelum kuliah,” pungkasnya. Akan tetapi pendaftaran untuk tahun ini belum dibuka, dikarenakan pengurus Camaba belum mendapatkan kabar perihal pembukaan pendaftaran mahasiswa baru dari KBRI dan Kementrian Pendidikan Tunisia.

Menariknya kuliah di Tunisia selalu diwajibkan mengisi absen, sehingga mahasiswa yang tidak hadir lima kali, konsekuensinya tidak bisa mengikuti ujian. Selain itu ujian di Tunisia mengadopsi kurikulum metodologi penulisan ilmiah. “Untuk menjawab ujian, kita mahasiswa dituntut menjawab dengan tulisan makalah yang padat, singkat dan cepat. Seperti latar belakang, rumusan masalah, hipotesa penyajian data, analisa, opini  pribadi, dan kesimpulan,” jelas anggota PPI Tunisia yang juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan itu.

Reporter: Jaya Kusuma

Editor: Zumratus Sa’adah Julia

Dwi Wijaya Kusuma

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *