Klarifikasi Minhah Visa Pelajar dan Permasalahan Tempat Tinggal, PPMI Jalin Diplomasi dengan Parlemen Wafidin

 Klarifikasi Minhah Visa Pelajar dan Permasalahan Tempat Tinggal, PPMI Jalin Diplomasi  dengan Parlemen Wafidin

ppmi.or.id, Kairo—Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir melaksanakan kunjungan diplomasi ke Parlemen Wafidin (mahasiswa asing), guna mempererat hubungan dan komunikasi yang sudah terjalin. Kunjungan tersebut terjalin di auditorium pertemuan Parlemen, Buuts. Kamis, (17/09/2020).

Farhan Azis Wildani sebagai Presiden PPMI Mesir beserta Staf Kemenko II (Divisi Hubungan Dalam dan Luar Negeri) mewakili PPMI Mesir dalam kunjungan diplomasi ini.

Perwakilan PPMI Mesir bersama Mus’ab selaku Ketua Parlemen Wafidin dan para staf jajarannya, mendiskusikan beberapa persoalan Masisir, antara lain perihal permasalahan pengurusan tempat tinggal dan perpanjangan izin tinggal (visa).

Dalam kesempatan ini PPMI Mesir meminta klarifikasi dari Parlemen Wafidin perihal minhah yang diberikan al-Azhar atas visa pelajar. Mus’ab menjawab bahwa minhah tersebut dikhususkan untuk mereka yang sudah mendapatkan beasiswa al-Azhar, adapun selain itu tidak termasuk.

Selain itu, Presiden PPMI Mesir memaparkan beberapa kasus tempat tinggal yang dialami oleh Masisir, bermula dari gedung yang diratakan hingga penipuan dan permainan harga yang acap kali dilakukan oleh simsar (calo) ataupun tuan rumah. PPMI Mesir berharap agar “Masalah ini menjadi concern bersama, karena saya yakin bukan hanya kawan-kawan dari Indonesia saja yang merasakan ini, tapi semua pelajar wafidin pada umumnya,” pungkas Farhan.

Menanggapi pemaparan tersebut Mus’ab berkata “Kompleksitas permasalahan ini sangat rumit dan berat, juga seharusnya permasalahan ini menjadi perhatian kita semua,” ujarnya dalam rapat bersama PPMI Mesir.

PPMI Mesir pun menawarkan solusi berupa pengadaan maktab (kantor kepengurusan) khusus di setiap distrik padat wafidin yang berstatus pelajar di al-Azhar. Hal ini dilakukan dalam rangka pengayoman dan pemantauan langsung dari al-Azhar terkhusus dalam masalah tempat tinggal jua keamanan.

Ide ini tentunya disambut baik oleh Parlemen Wafidin. Kemudian ia akan menindaklanjuti ide tersebut dengan menyampaikannya pada rapat antara Parlemen dan Grand Syaikh al-Azhar beberapa minggu ke depan.

PPMI Mesir menyadari banyak harap yang tumbuh di setiap pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sebaiknya dirawat dan disampaikan. Semoga langkah kebijakan yang diambil PPMI Mesir untuk kembali mempererat hubungan diplomasi kepada Parlemen dapat membawa angin segar bagi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir.

Reporter : Rizal Fahrian

Editor : Dwi Wijaya

Syaifur Rohman

President Director of ppmimesir.or.id

Postingan Terkait

1 Comment

  • Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *