Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

 Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Sya’ban adalah salah satu bulan istimewa, bulan yang dihormati dalam agama Islam, selain Muharram, Dzulhijjah dan Rajab. Keistimewaan bulan ini dimulai semenjak dari awal bulan hingga akhir bulan. Akan tetapi keistimewaan yang lebih terdapat pada malam Nisfu Sya’ban. Yaitu malam ke lima belas pertengahan bulan Sya’ban.

Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang penuh berkat dan rahmat selepas malam Lailatul Qadar. Pada malam ini buku catatan amalan orang-orang Muslim selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru.

Selain itu malam ini juga memiliki nama-nama istimewa, diantaranya:

  1. Malam Pembagian dan Perhitungan (lailatu al-Qismah wal al-Taqdir).

Diriwayatkan dari Atho’ bin Yasar, berkata: “Ketika tiba malam nisfu Sya’ban malaikat maut alaihissalam menganti setiap orang yang mati dari Sya’ban ke Sya’ban. Dan laki-laki yang menganiaya, merusak, dan menikahi wanita dan menanam tanaman. Sudah diganti namanya dari hidup ke mati. Dan tidak ada malam yang lebih mulai setelah malam lailatul qadr selain malam ini.”

Dalam riwayat yang sama disebutkan bahwa: “Ketika malam nisfu Sya’ban, Shohifah (lembaran catatan) dipindahkan kepada malaikat maut, lalu berkata: Peganglah shohifah ini, sesungguhnya orang yang menanam tanaman, orang yang menikahi istrinya, orang yang membangun bangunan. Dan namanya telah diganti di dalam wafatnya. Malaikat maut tidak menunggu kecuali ketika diperintahkan kepadanya, maka digengamlah (shohifah tersebut).”

Baca juga: Al-Azhar adalah Doa

  1. Malam Penebusan (lailatu at-Takfir).

Sebagaimana disebutkan dari As-Subki di dalam tafsirnya, bahwasanya malam nisfu Sya’ban merupakan malam penebusan dosa setahun. Dan malam jum’at menebus dosa selama seminggu, serta malam lailatul qadr menebus dosa seumur hidup.

  1. Malam Mustajab (lailatu al-Ijabah).

Dari Ibnu Umar radhiyallhu anhuma berkata: “Lima malam yang dikabulkannya do’a, yaitu:  malam jum’at, malam pertama dari bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban dan dua malam ied (idul fitri dan idul adha).”

  1. Malam kehidupan (lailatu hayat).
  2. Malam hari rayanya Malaikat (lailatu iedil al-Malaikat).
  3. Malam Syafa’at (lailat syafa’at).
  4. Malam Pelebasan (lailatu baro’ah).

Baca juga: Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Berikut beberapa keutamaan malam Nisfu Sya’ban :

  1. Malam Pegampun dosa

Pada malam inilah sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih dari Mu‘az bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, “Allah mendatangi semua makhlukNya dan memberikan ampunan kepada mereka atas segala dosa kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan” (HR. Ibnu Majah, at-Thabrani dan Ibnu Hibban).

Begitu juga hadist Riwayat Aisyah radhiyallahu anha:

عن عائشة بنت أبي بكر قالت: «قام رسول الله من الليل يصلي، فأطال السجود حتى ظننت أنه قد قبض، فلما رأيت ذلك قمت حتى حركت إبهامه فتحرك فرجعت، فلما رفع إلي رأسه من السجود وفرغ من صلاته، قال: يا عائشة أظننت أن النبي قد خاس بك؟، قلت: لا والله يا رسول الله، ولكنني ظننت أنك قبضت لطول سجودك، فقال: أتدرين أي ليلة هذه؟ قلت: الله ورسوله أعلم، قال: هذه ليلة النصف من شعبان، إن الله عز وجل يطلع على عباده في ليلة النصف من شعبان، فيغفر للمستغفرين، ويرحم المسترحمين، ويؤخر أهل الحقد كما هم.

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: “Bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi).

Baca juga: Hukum Meremehkan Sosok Nabi Muhammad SAW

Begitulah kemurahan Allah swt yang diberikan kepada hambanya di malam Nisfu Sya’ban. Sehingga dalam kesempatan lain Aisyah meriwayatkan hadits lagi dengan banyaknya pengampunan itu semisal bulu kambing Bani Kalb

عن عائشة بنت أبي بكر قالت: «قال رسول الله : “إن الله ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا، فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب

” Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad)

Demikianlah hendaknya kesempatan ini tidak disia-siakan. Seorang muslim yang bijak tentunya akan memanfaatkan malam Nisfu Sya’ban sebaik-baiknya, dengan sebaik-baiknya memohon pengampunan dan melaksanakan amal kebaikan sebanyak-banyaknya.

Baca juga: Konsep Baru Orientasi Mahasiswa Baru PPMI 2021 Di Masa Pandemi

 

  1. Malam Dikabulkannya Doa

Diriwayatkan dari Abi Dardak radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah SAW berkata : Malam nisfu sya’ban itu malam diturunkanya Rahmat Allah SWT ke langit dunia, menunggu amalan ahli ibadah. Maka diampunilah bagi orang yang meminta ampunan dan diterimalah taubatnya orang yang bertaubat serta dikabulkanlah do’a – do’a.

ومن حديث عبد الرحمن بن سلام بسنده عن عثمان بن أبي العاص -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: (إذا كان ليلة النصف من شعبان وذهب ثلث الليل ينزل الله -تبارك وتعالى- إلى سماء الدنيا فيقول: هل من داع فأجيبه، هل من مستغفر فأغفر له. هل من تائب فأتوب عليه؟، فيغفر للمؤمنين إلا زانية تكسب بفرجها، أو عشارا أو رجلا بينه وبين اخيه شحناء).

Hadis dari Abdur Rahman bin Salam dari Utsman bin Abi Ash radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW berkata: ”Ketika malam nisfu Sya’ban tiba, pada sepertiga malamnya Allah SWT turun ke langit dunia, kemudian berkata: “Apakah orang yang berdo’a, akan aku kabulkan. Apakah orang yang meminta ampunan, akan aku ampuni. Apakah orang yang bertaubat, akan diterima taubatnya? Maka diampunilah bagi orang mukmin kecuali orang berzina yang memperkerjakan farjinya atau isyaran (melakukan pergaulan dengan cara yang tidak dibenarkan), dan orang yang saling bermusuhan dengan saudaranya.”

Sebagaimana keutamaan yang disebutkan pada hadis tersebut maka kita dianjurkan untuk memperbanyak doa pada malam yang mustajab ini.

Baca juga: PPMI Mesir Berikan Ruang kepada Lembaga-Lembaga di Bawahnya Untuk  Merepost Berita Acara dan Tulisannya

  1. Malam Pembebasan dari Siksa Neraka

Dari sayyidah Aisyah radhiyallahu anha berkata: “ …..Nabi SAW berkata: “Hai Aisyah, apakah kamu takut jika Allah dan Rasulnya berlaku zalim kepadamu?,” lalu Aisyah berkata: “Aku berkata apa yang ada padamu Ya Rasulullah?,” kemudian Nabi SAW berkata : “Aku didatangi malaikat Jibril alaihissalam,” kemudian dia berkata: “Wahai Muhammad, malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah SWT menjadikan pada malam ini pembebasan dari siksa neraka dengan jumlah rambut dombanya Bani Kalb, Allah tidak memerhatikanya kecuali orang yang musyrik, orang yang bermusuhan, orang yang memutus tali silaturrahmi, orang yang menyeret kain di atas tanah (orang yang sombong), orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan orang yang pecandu khamr (pemabuk, narkoba).”

Demikianlah keutamaan malam nisfu Sya’ban, hendaknya kesempatan ini tidak disia-siakan. Seorang muslim yang bijak tentunya akan memanfaatkan malam Nisfu Sya’ban sebaik-baiknya, dengan sebaik-baiknya memohon pengampunan dan melaksanakan amal kebaikan sebanyak-banyaknya.

 

 

Diolah dari berbagai sumber:

  • Risalah al-Kasyf wal al-Bayan an Fadhoili Lailati an-Nishfi min Sya’ban.
  • https://islam.nu.or.id/.

 

 

Reporter : Syaifur Rohman

Editor : Nazhril Fathra

 

Syaifur Rohman

President Director of ppmimesir.or.id

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *