FORUM DISKUSI MASISIR KUPAS BOARD OF PIECE

Kairo, 13 Februari 2026—PWK PII (Pelajar Islam Indonesia) Republik Arab Mesir menggelar Hardisk Edisi #81 bertema “Hard of Piece: Perdamaian Global atau Kepentingan Elite?” pada Jumat (13/2) di Kafe Belakang Nadi Qaumi, Darbul Ahmar.
Forum dibuka oleh Faizurrizqi, Lc., Kabid Hubungan Luar Negri (HLN) PB PII 2021-2023, yang menyampaikan bahwa Indonesia harus membayar 20 juta dollar pertahun, sehingga dibutuhkan sekitar 50 tahun untuk melunasinya, Sekaligus menekankan
perlunya Batasan dalam partisipasi Indonesia dalam BoP, termasuk dari aspek kebijakan dan beban finansial.
M. Husein Gaza, Lc., Aktivis kemanusiaan Indonesia di Gaza, sebagai pemateri pertama menekankan pentingnya pemahaman konteks sebelum mengambil simpulan, serta
mengingatkan untuk menghindari pola pikir pragmatis yang seringkali menimbulkan kesalahan berpikir.
A. Yahya Ayyash, Content Creator Geopolitik Timur Tengah,
sebagai pemateri terakhir menyoroti pentingnya keseimbangan kekuatan (tawazun al-quwwah) dalam hubungan internasional. Ia menjelaskan bahwa dialektika seperti BoP merupakan bagian dari struktur geopolitik lama.
Para pemateri sepakat bahwa perjuangan palestina bukan sekadar persoalan musiman, melainkan perjuangan panjang yang membutuhkan kesadaran intelektual, kontribusi strategis, serta pemahaman geopolitik yang matang.
Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab yang membahas efektivitas organiasasi internasional, dinamika veto negara adidaya, hingga pentingnya peran generasi muda. Forum diskusi terbuka ini diharapkan menjadi ruang intelektual yang
kritis dan objektif dalam membaca realitas politik global di kalangan masisir.
Oleh: Naura Najwa Salsabila