Atdikbud Kirimi Surat Orang Tua, Ini Tanggapan Mahasiswa
Hal senada juga disampaikan oleh Umarudin Sujana mahasiswa asal Jambi. “Kalau niat mengirim surat adalah menambah semangat belajar mahasiswa, barangkali lebih efektif menasihati kawan-kawan yang masih belum terlalu semangat,” ungkapnya kepada Dr. Fahmy.
Nurul Ahsan mahasiswa asal Blora berpendapat tidak semua orang tua siap menerima surat ini, terutama bagi yang nilai akademiknya kurang memuaskan. “Kalau nilainya baik sih tidak masalah. Tapi bagi yang belum beruntung itu bisa membuat orang tua kaget,” paparnya kepada Dr. Fahmy.
Tentunya mengirimi surat bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. Bitoh Purnomo mahasiswa asal Lampung mengatakan perlu melibatkan senior untuk membimbing junior. Dan itu perlu difasilitasi oleh Atdikbud. Sementara Maziyyah mahasiswi asal Jakarta berpendapat pengiriman surat sebaiknya dilakukan secara kontinyu dalam bentuk laporan dan menjadi agenda tahunan.
Menanggapi hal itu, Dr.Fahmy mengatakan tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua mahasiswa dan hal itu wajar dalam dunia pendidikan.
“Saya juga sebagai orang tua mahasiswa. Setiap semester saya dikirimi surat oleh universitas perihal prestasi anak saya. Itu hal yang wajar. Tapi al-Azhar belum memiliki sistem tersebut. Jadi Atdikbud akan membantu dalam hal itu.” Jelas beliau kepada para mahasiswa.
Ditanya tentang biaya, Atdikbud menjelaskan biaya pengiriman surat tersebut sangat murah. Hanya seribu rupiah per surat. Butuh uang tiga juta untuk tiga ribu mahasiswa. Dan atas pertimbangan itu pula, akhirnya pada tahun 2015 ini Atdikbud akan mengirimi surat kepada orang tua mahasiswa yang prestasinya baik saja.
“Kalau begitu yang kita kirim yang prestasinya baik saja. Kita kasih waktu tenggang satu tahun. Setelah itu di tahun 2016 akan kita kirimi semuanya, tanpa terkecuali”. Jelas Beliau sebagai kesimpulan atau poin dalam diskusi ini.