Pelatihan Videografi KMJ Mesir Resmi Ditutup, Peserta Diajak Terus Belajar dan Berkarya
Kairo — Setelah tiga hari belajar videografi, mulai dari konsep hingga proses editing, Pelatihan Videografi KMJ Mesir resmi ditutup pada Sabtu (31/10) di Aula Daha KMJ Mesir, Hayy Asyir. Penutupan ini menjadi rangkaian akhir dari kegiatan pelatihan yang berlangsung pada 25, 28, dan 30 Oktober. Pelatihan ini diikuti 21 peserta utama dan 6 peserta tambahan dari KMJ Mesir dan beberapa Kekeluargaan lain, termasuk satu warga Mesir.
Kegiatan ini digagas Divisi Media KMJ Mesir untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) media, khususnya di bidang videografi, sekaligus menyiapkan kader baru. Selama tiga hari, peserta dibimbing oleh Langit Ahmad Algali sebagai pemateri.
Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Media KMJ Mesir, Muhammad Ayman Asyrof berharap para peserta kelak dapat mengisi peran sebagai pelatih.
“Harapannya, di termin selanjutnya atau tahun selanjutnya, yang menjadi pelatih adalah orang-orang yang berlatih pada kesempatan kali ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal dasar bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang media, utamanya agar dapat memberikan dampak baik bagi keberlangsungan Media KMJ.
Pelatihan yang Dikemas Sesuai Alur Kerja Videografer

Selama tiga hari, pelatihan disusun mengikuti alur kerja bak seorang videografer andal, dimulai dari konsep, pengambilan gambar (taking), hingga proses editing. Hari pertama membahas pembuatan konsep dan penyampaian materi, disusul praktik taking pada hari kedua.
Pada hari terakhir, peserta masuk ke sesi bedah editing. Langit menjelaskan bahwa gaya penyuntingan harus mengikuti tujuan video, baik dari ritme (lambat atau cepat) maupun genre (informatif, santai, atau formal). Ia menekankan prinsip less is more, karena penyuntingan yang tidak berlebihan justru lebih berdampak.
Menurutnya, fase pascaproduksi sebenarnya sesederhana merajut cerita dari video yang sudah diambil dan kuncinya ada pada konsep atau ide.
“Editan nggak perlu heboh, karena biasanya editing yang lebih sedikit justru lebih berkesan. Ada juga yang editannya sederhana saja, yang dimainkan adalah storytelling-nya. Sebenarnya untuk mengedit dan taking, itu tidak sesulit mencari ide,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan seorang videografer ditentukan oleh kemauan mencari referensi dan konsistensi mengevaluasi karya.
Minat Peserta yang Melampaui Perkiraan Panitia
Pelatihan ini bermula dari kebutuhan Divisi Media KMJ akan keterampilan videografi. Menurut Ayman Asyrof, pelatihan yang semula ditargetkan adalah desain grafis, tetapi topiknya diganti ke videografi karena kebutuhan itu dinilai lebih mendesak. Dengan bekal dasar dari pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meneruskan kerja media di tahun-tahun berikutnya.
Kebutuhan itu disambut antusiasme yang melampaui perkiraan panitia. Kuota utama yang ditargetkan langsung penuh kurang dari tiga jam setelah pamflet dibagikan. Panitia lalu membuka kuota umum di luar KMJ Mesir.
Setelah pelatihan, pengurus Divisi Media menyebut hasilnya akan ditindaklanjuti dan dimantapkan lebih dulu sebelum merencanakan pelatihan lanjutan.
Pada sesi penutupan, Gubernur KMJ Mesir, Ahmad Latifu Syukri, berharap ilmu dan cara pandang yang didapat dari pemateri, juga dari berbagi sesama peserta, dijadikan permulaan, bukan alasan untuk merasa sudah bisa lalu berhenti.
“Pengetahuan yang sudah didapat jadikan sebagai pacuan untuk mencari tempat-tempat lain, menambah dan meng-upgrade diri. Kalau mau jadi mahir, tiga hari itu tidak cukup, apalagi satu harinya hanya beberapa jam saja. Jangan jadikan ini sebagai akhir, tapi jadikan sebagai permulaan,” pesannya.
Ia juga berharap KMJ dapat kembali menggelar pelatihan serupa pada lain waktu.
Dalam wawancara terpisah, Ayman juga menyampaikan bahwa pelatihan ini sejak awal ditujukan sebagai ikhtiar penguatan SDM videografi, baik di lingkungan KMJ Mesir maupun yang lebih luas. Ia berharap videografi dapat menjadi instrumen untuk mewadahi, menyampaikan dan menjawab tantangan umat di dunia modern.
“Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan teknis, saya berharap pelatihan ini melahirkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dan memotivasi pihak lain untuk ikut menghadirkan ruang pengembangan SDM.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Divisi Media KMJ berharap para peserta terus berlatih dan berkarya, lalu membawa ilmunya ke Media KMJ maupun media Kekeluargaan lain. Dari tangan mereka, kerja media di lingkungan Masisir diharapkan terus berjalan dan semakin berkembang.
Oleh: Muhammad Hasbi Ash Shiddieqie