
Kairo – Badan Perwakilan Anggota (BPA) PPMI Mesir resmi menggelar Sidang Pleno III pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) termin kedua PPMI Mesir. Sidang yang berlangsung di Aula Wisma Nusantara ini dihadiri 85 orang utusan Lembaga Otonom, perangkat MPA-BPA, dan tamu undangan. Kegiatan ini diinisiasi sebagai tindak lanjut Sidang Komisi yang dilaksanakan pada tanggal 1–9 Maret 2026.
Sidang dibuka dengan Pembahasan tentatif dan Tata Tertib, serta pengesahan SK Tentatif dan SK Tata Tertib. Selanjutnya, pemaparan hasil rapat komisi, mencakup tujuh komisi, pembahasan blockgrant, serta pengesahan RAPBO PPMI Mesir menjadi rangkaian penting dalam acara ini.
Salah satu sorotan utama dalam sidang adalah blockgrant, hibah dana besar untuk mendukung unit-unit seperti Wihdah, Senat, dan HPIM. DP PPMI, Alem, menjelaskan, “Blockgrant bersumber dari iuran mahasiswa baru dan digunakan untuk mendukung kegiatan fakultas maupun program internal organisasi.”
Agenda lain yang mendapat perhatian serius adalah live streaming acara AKAMSI. Dalam forum, Muhammad Naufal, menyoroti, “Jika jasa live streaming acara AKAMSI memang harus dianggarkan, kedepannya harus tidak lebih kecil dari tahun ini. Namun, dengan target sekitar 200 penonton dan dampak yang tidak terlalu besar bagi masisir setelah acara, menyewa jasa tersebut dinilai kurang tepat.” Menanggapi hal ini, Dewan Pengurus menegaskan bahwa kegiatan ini sudah mendapat persetujuan fraksi dan bertujuan menjangkau audiens yang lebih luas, terutama setelah evaluasi termin sebelumnya yang menunjukkan minat tinggi dari masisir.
Selain itu, anggaran kegiatan Kemenko Kemasyarakatan juga dinilai signifikan. Acara seperti Bazantara, memerlukan dana yang cukup besar, sebesar EGP 354.677. Sementara Kemenko Kesehatan menganggarkan EGP 23.905 untuk program lanjutan seperti Basic Medical Check Up, subsidi transportasi RS, dan restocking P3K kekeluargaan. Program lain, seperti takaful pun direncanakan dimulai pada termin 2, sesuai hasil diskusi antara Presiden PPMI dan anggota.
Bendahara Umum PPMI Mesir melaporkan total pengajuan dana EGP 2.386.545 dan Rp. 23.312.606, dengan sisa kas per 12 Maret 2026 mencapai EGP 48.469, IDR 182.550.456, dan USD 2.919. Dana abadi yang sebelumnya berupa cash kini dialokasikan dalam rupiah untuk menjaga stabilitas nilai, dengan rencana investasi agar tidak hanya mengendap.
Menutup persidangan, RAPBO ditetapkan dengan kesepakatan bersama, hal ini sekaligus menegaskan komitmen PPMI Mesir dalam menjaga transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas anggaran agar program-program termin 2 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masisir secara keseluruhan.
Oleh: Muhammad Hasbi Ash Shiddieqie