Nama Indonesia Semerbak di Harian Nasional Mesir
Dr. Najih Ibrahim, seorang penulis dan cendikiawan muslim asal Mesir menuliskan sebuah artikel berjudul al-yaumu ma`a’lindûnîsiyyîn fî kulliyyati’d da’wah (Sehari bersama orang Indonesia di Fakultas Dakwah) di salah satu koran nasioanal Mesir, Alwatan. Kolumnis Mesir ini menceritakan kesan positif yang ia dapatkan dari acara yang diinisiasi oleh PPMI Mesir bekerja sama dengan Fakultas Dakwah Universitas al-Azhar
Dalam pemaparan yang diberikan, Najih banyak menyinggung tindak-tanduk yang dilakukan baik oleh al-Qaedah ataupun ISIS. Diantaranya, ia memaparkan bahwa bahwa Al-Qaedah, ISIS ataupun jemaah takfiriyah lainnya laisa hum abnâun nasshi wa lâ abnâul ashri (mereka bukanlah orang-orang yang paham teks keagaamaan dan mereka juga bukan orang-orang yang paham dengan kondisi serta perkembangan zaman-red). Mereka melakukan tindakan bukan berdasarkan pemahaman yang benar akan Islam.
Dalam acara yang berlangsung selama dua jam itu, Najih Ibrahim juga memberikan pelurusan fakta terhadap klaim yang dibuat oleh ISIS sebagai Anshâr Baitul Maqdis. Ia bertanya kenapa sampai saat ini mereka belum kunjung sampai ke Baitul Maqdis? Mengapa mereka selalu mengarah ke timur padahal Baitul Maqdis ada di barat mereka? Bagaimana mungkin mereka akan sampai ke Baitul Maqdis jika demikian?

