Kairo – Badan Perwakilan Anggota (BPA) PPMI Mesir resmi menggelar Sidang Pleno II pada Kamis (1/10) guna membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Termin I PPMI Mesir. Bertempat di Aula Griya KSW, Hay Asyir, sidang tersebut dihadiri 116 peserta yang terdiri atas utusan Lembaga Otonom, perangkat MPA-BPA, dan tamu undangan. Pelaksanaan sidang ini merupakan tindak lanjut dari Sidang Fraksi dan Komisi yang berlangsung pada 23–28 September 2026.
Persidangan diawali dengan pembahasan tentatif dan tata tertib, kemudian dilanjutkan dengan pengesahan hasil pembahasan tersebut. Agenda berikutnya meliputi penyampaian hasil pembahasan tujuh komisi, pembahasan block grant, hingga pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO PPMI Mesir).
Salah satu poin yang mendapat perhatian dalam persidangan ialah pembahasan block grant (red: berupa hibah dana yang diperuntukkan bagi sejumlah unit, seperti Wihdah, Senat, dan HPIM)

Bendahara Umum PPMI Mesir, Muhammad Rafly Misfa menyampaikan total pengajuan dana sebesar EGP 2.386.545 dan Rp23.312.606. Adapun sisa kas per 12 Maret 2026 tercatat sebesar EGP 48.469, Rp182.550.456, dan USD 2.919. Sementara itu, dana abadi yang sebelumnya disimpan dalam bentuk tunai kini dialokasikan dalam bentuk rupiah sebagai upaya menjaga stabilitas nilai. Dana tersebut juga direncanakan untuk diinvestasikan agar tidak sekadar tersimpan tanpa pengembangan.
Dalam agenda transparansi anggaran, forum turut memaparkan kondisi kas PPMI Mesir, pemasukan dan pengeluaran Termin I, serta saldo rekening setelah serah terima kepengurusan. Pada Termin I, tercatat pemasukan sebesar EGP 1.585.686,96 dan pengeluaran sebesar EGP 1.893.996, dengan selisih pengeluaran mencapai EGP 308.309,05.
Pembahasan selanjutnya menghasilkan sejumlah penyesuaian terhadap anggaran. Beberapa pos anggaran dikurangi, diselaraskan, maupun dialihkan untuk memastikan penggunaan dana lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Di antaranya, anggaran website KPI sebesar Rp4 juta tidak diakomodasi. Frekuensi sejumlah rapat juga disesuaikan, sedangkan kebutuhan seperti gelas dan piring kaca dialihkan ke pos inventaris.
Pada sektor sosial dan kemasyarakatan, sidang menyepakati program penyaluran beasiswa pendidikan bersama Baitul Mal bagi masyarakat yang membutuhkan. Sasaran penerima ditentukan berdasarkan hasil pendataan. Selain itu, program Sinergi Sehat Jiwa mencakup layanan konseling bersama konselor dan psikolog profesional sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anggota Masisir.
Pembahasan turut menyentuh pengembangan kapasitas organisasi, meliputi peningkatan kualitas multimedia, dokumentasi, kaderisasi, serta penguatan sistem kerja KPI. Sementara itu, usulan pengadaan perangkat live streaming belum menjadi prioritas pada Termin I. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang multimedia justru menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan.
Setelah seluruh hasil pembahasan komisi disampaikan dan ditanggapi, APBO PPMI Mesir Termin I disepakati dengan total anggaran sebesar EGP 1.893.996 dan Rp48.446.000.
Sidang juga menghasilkan sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait ketepatan perencanaan anggaran, kejelasan pembagian tugas tim khusus, serta teknis persidangan. MPA dan BPA mendorong agar proses pembahasan anggaran ke depan dapat berlangsung secara lebih sistematis, transparan, dan efisien.
Dengan ditetapkannya APBO melalui kesepakatan bersama, PPMI Mesir kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program-program Termin II agar berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Masisir.
Oleh: Fatimah Azzahra Ishak