KAIRO — Grand Opening Simposium Internasional PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Dunia ke-18 resmi digelar, pada Sabtu (19/09), di Al-Azhar Conference Center, Al Mantegah Al-Oula, Nasr City, Kairo. Dengan mengusung tema “Kolaborasi Pelajar Dunia Menuju Masa Depan Indonesia yang Tangguh dan Berkeadilan.”
Pembukaan ini menjadi awal rangkaian forum yang mempertemukan 65 delegasi PPI dari berbagai kawasan dunia untuk bertukar gagasan dan membahas kontribusi diaspora bagi masa depan Indonesia.
Rangkaian pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh Indonesia dan Mesir, di antaranya Ketua Panitia Simposium Internasional PPID ke-18 2026, Luqman Perdana Putra, Presiden PPMI Mesir 2026/2027, Wildan Akbar Fathurrahman, Lc., Koordinator PPI Dunia 2025/2026, H. Andika Ibrahim Nasution, Penasehat Grand Syeikh Al Azhar Urusan Mahasiswa Asing, Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi, Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hasan, serta Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Dr. Hassan Khalil.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menekankan dalam sambutannya bahwa Kairo bukan sekadar lokasi penyelenggaraan. Ia mengingatkan kembali posisi Mesir sebagai salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Saya ingin menekankan Kairo lagi, Kairo ini luar biasa. Memiliki cerita yang ada, tentunya tempat yang sekarang ini menjadi tempat simposium tidak hanya kebetulan. Kalau saya boleh menarik kembali ke tahun 1945, pada saat Republik Indonesia di awal kemerdekaan dan belum diakui oleh dunia, dari kota Kairo inilah pengakuan kita peroleh dan kita terima.”
Kegiatan dilanjutkan dengan seminar panel yang membahas isu strategis. Salah satunya mengangkat tema “Memperkuat Ketahanan Energi Global melalui Transisi Energi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan: Perspektif Indonesia-Timur Tengah” dengan menghadirkan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo.

Isu lainnya dibahas melalui seminar panel bertajuk “Optimalisasi Upaya Pemerataan Akses dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia” dengan menghadirkan Marhadi, S.E., M.Sc., Ph.D. dan Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. sebagai narasumber ahli.
Selain itu, Simposium Internasional juga menggabungkan Kairo dan Luxor sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan, dengan membawa narasi “Menghubungkan Fondasi Masa Lalu (Old Kingdom) menuju Kejayaan dan Inovasi Masa Depan (New Kingdom).”
Kegiatan simposium ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan tahunan diaspora Indonesia, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan Indonesia serta memperkuat jejaring pelajar Indonesia di tingkat Internasional.
Oleh: Naura Najwa Salsabila
Editor: M. Hasbi Ash Shiddieqie