Lima tahun vakum, Baitul Mal PPMI Mesir akhirnya kembali bangkit dan siap menyalakan semangat takaful. Diselenggarakan di Wisma Nusantara, Kairo. (1/8/2026). Sebanyak 42 pengurus resmi mengucap ikrar dan menerima amanat untuk menjalankan lembaga ini ke depan.
Acara berlangsung dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan Indonesia Raya serta Mars PPMI, dilanjutkan sesi sambutan dari tokoh penting di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir).

Mengawali Langkah, Menjaga Amanah
Momen bersejarah ini turut disaksikan sejumlah tokoh penting. Mulai dari Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan Assyauri Lubis, Lc., Ustad Efendi Septiono, Lc., Dipl., Wildan Akbar Fathurahman dan Mochammad Fikri Abdul Aziz selaku Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir terpilih periode 2026/2027. Perwakilan MPA/BPA, Lazismu, serta Lazisnu juga turut menyaksikan momen bersejarah ini.
Kehadiran lintas elemen ini seolah menegaskan bahwa Baitul Mal bukan cuma urusan segelintir orang, tapi bisa menjadi perhatian bersama untuk seluruh komponen Masisir.
Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan dalam sambutannya membagikan cerita masa lalunya, saat ia merasakan langsung manfaat takaful di masa-masa terakhirnya sebelum tahun 2020.
“Ketika ada yang membangkitkan kembali itu, akan menjadi saksi sejarah, karena Baitul Mal ini bukan melanjutkan yang sudah ada, tapi merintis lagi. Berbeda dengan organisasi/lembaga lain, tidak ada catatan dan gambaran khusus dari periode sebelumnya,” ujarnya.
Ia menyebut seluruh pengurus yang dilantik hari itu sebagai mubtadi. “Al fadlu lil mubtadi. Semua anggota bersemangatlah, karena kalian kelak akan menjadi saksi sejarah,” pesannya kepada seluruh pengurus baru.
Menyambung sambutan lain, Ustad Efendi Septiono memberikan banyak nasihat dalam sambutannya.
“Salah satu maqasid syariah adalah hifzu din, dan termasuk di dalamnya adalah mengurusi urusan para penuntut ilmu,” ujarnya.
Ia menyebut gerakan semacam ini sebagai fardu kifayah yang sejatinya menjadi tugas presiden dan pemangku kebijakan. “Tapi semisal belum menegakkan itu, maka fardu kifayah tetaplah seperti itu, tidak gugur. Karena itu, ketika punya amanah dan kekuasaan dalam lingkup kecil, maka dari itu berusaha melakukan itu,” tegasnya.
Menurutnya, hadirnya Baitul Mal di tengah PPMI adalah bagian dari ikhtiar nyata untuk menegakkan fardu kifayah tersebut, yakni mengurusi kepentingan para penuntut ilmu yang jauh dari kampung halaman di Indonesia sana.

Sementara itu, Abdullah Azzam Ihsan selaku Ketua Baitul Mal dalam sambutan penutupnya menegaskan bahwa lembaga ini sudah cukup lama vakum dan saat ini sudah waktunya untuk menghidupkan kembali kebaikan ini.
“Baitul Mal ini sudah cukup untuk vakum selama lima tahun, dan kita percaya kebaikan ini pasti ada yang menghidupkan, baik adanya kita atau tidak. Kalau kita ikut andil dan ternyata Baitul Mal ini terus hidup, bayangkan sebanyak apa bantuan yang bisa tersalurkan, sebanyak itulah pahala bagi orang yang menghidupkan pertama kali,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh elemen untuk sadar bahwa setiap bagian, sekecil apa pun itu tetap berarti, dan setiap orang punya ruang untuk berkontribusi di dalamnya.
Azzam mengajak semua pihak untuk memandang pengelolaan dana bersama ini sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama-sama, bukan dibebankan kepada segelintir orang saja. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2.
“Bertolong-tolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan.”
Di antara bentuknya yang paling nyata ialah membantu memenuhi kebutuhan saudara kita yang membutuhkan.
Saat Amanah Resmi Dimulai
Di balik acara yang berjalan lancar, persiapannya sendiri jauh dari kata mudah. Pengurus baru bisa kumpul lengkap sekitar dua sampai tiga pekan sebelum hari-H, dikarenakan kesibukan masing-masing anggota membuat sulitnya menentukan tanggal yang pas untuk semua orang.
Begitu tanggal akhirnya ditentukan, tempat lah yang jadi masalah karena sudah penuh terpakai. Alhasil, persiapan pelantikan di Wisma dikebut hanya dalam waktu dua sampai tiga hari saja. Meski dalam waktu yang singkat, pelantikan ini sengaja digelar sebelum LPJ kabinet Poros Persatuan, sebagai bentuk terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Presiden PPMI terhadap Baitul Mal selama ini.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi Baitul Mal PPMI Mesir. Kini 42 pengurus yang terbagi dalam lima divisi, Bendahara, Sekretaris, Fundraising & Humas, Acara, dan Media, siap mengemban amanah untuk menghidupkannya kembali, bukan sekadar sebagai lembaga administratif, tapi sebagai rumah yang benar-benar hadir bagi Masisir yang sedang kesulitan, sakit, atau membutuhkan bantuan.
Amanah sudah diserahkan, ikrar sudah diucapkan. Perjalanan baru saja dimulai, semoga amanah ini terus terjaga dan menghadirkan manfaat bagi setiap yang membutuhkan.
Oleh: Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqie