ppmimesir.or.id – Sidang Kedua Simposium Kawasan Timtengka adalah sidang lanjutan dari sidang sebelumnya. Dilaksanakan via Zoom Meeting pada Minggu (14/7), sidang ini mengesahkan draf inventaris masalah yang terpilih untuk ditindaklanjuti dan diberikan solusi bersama.
Presidium mengungkapkan terdapat beberapa poin penting dari hasil sidang I Komisi Sosial yang disahkan :
- Mencari solusi terkait permasalahan kesulitan dalam menemukan Money Changer untuk para pelajar Indonesia di negara Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, menyarankan agar PPIDK Timtengka dapat membangun fasilitas tersendiri untuk menutupi permasalahan Money Changer tersebut. PPIDK Timtengka juga diharapkan untuk mengusulkan ke pihak Bank Indonesia agar membuka kerjasama, khususnya dengan negara Libya akan pengadaan layanan transaksi Internasional. Hal tersebut dikarenakan terdapatnya kendala urusan penukaran rupiah ke dinar Libya serta tidak adanya bank ataupun ATM yang bisa diakses oleh mahasiswa/i Indonesia di Libya.
- Mengatasi permasalahan terkait pemaksaan atas perpulangan mahasiswa/i di kawasan Timtengka ketika terjadi konflik dengan berkoordinasi dengan Kemenristekdikti dan Kemenlu. Selain itu, peserta sidang berharap pada PPIDK Timtengka untuk bisa menguatkan surat-surat resmi bagi para mahasiswa/i Indonesia agar bisa digunakan ketika dibutuhkan. Lalu, mendorong PPIDK Timtengka untuk bisa membuat MoU bersama kampus di kawasan Timtengka.
- Mengatasi permasalahan sosial para pelajar Indonesia di kawasan Timtengka. Hal ini memerlukan adanya keterlibatan antara organisasi daerah dengan PPIN maupun PPI Wilayah dalam aspek formal dan non-formal serta hal-hal yang bersifat fundamental.
- Mengatasi permasalahan yang terjadi di lingkup sosial para pelajar Indonesia di kawasan Timtengka, dengan memfasilitasi wadah pengaduan dari PPIN yang diawasi langsung oleh pihak KBRI setempat.
“Dengan tidak adanya sanggahan dari peserta sidang, maka berakhirlah sidang II Komisi Sosial hari ini,” tutup presidium.
Reporter: Aghna Irma Yani