Kuota Temus Dipangkas; PPMI Mesir, PPI Tim-Teng, dan PPI Dunia Rapatkan Barisan
“Hubungan Temus mahasiswa dengan PPIH terjalin sangat baik dan harmonis. Saling bantu dan bahu membahu dalam bekerja, baik di lapangan maupun di sekretariat. Sebagai contoh, sampai saat ini saya sendiri dengan temus Mahasiswa Timteng 2013 masih berkomunikasi dengan baik ke PPIH Jakarta di grup whatsapp. Begitu juga dengan Temus 2016 PPIH Jakarta. Itu menandakan bahwa tidak ada masalah antara temus mahasiswa dengan PPIH Jakarta maupun dengan bapak-bapak di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah. Dan saya berharap semoga ada jalan keluar dan solusi terbaik untuk temus mahasiswa timur tengah dan khususnya Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir).”tutur mahasiswa asal Banten ini ketika ditanya tentang hubungan PPIH dengan temus mahasiswa Timur-tengah.Ikhwan menambahkan bahwa bagaimanapun juga permasalahan ini harus diselesaikan secara bijak, adil dan transparan. ”Saya berharap Menteri agama beserta jajaran bisa meninjau kembali keputusan yang telah ditetapkan dan bisa menambah kuota Temus dari yang sebelumnya berjumlah 125 (tahun 2016) ke angka yang lebih banyak lagi atau minimal bertahan pada angka 125, karena sangat tidak bijak ketika mengurangi kuota menjadi 85 di saat bertambahnya kuota jamaah haji dari angka 168.800 menjadi 221.000. Poin penting yang menjadi perhatian dan catatan kami agar ke depannya pihak kementerian agama melibatkan perwakilan PPI Dunia dalam merumuskan suatu kebajikan baru, khususnya dalam penetapan kuota temus untuk mahasiswa Tim-teng agar keputusan yang diambil tidak terkesan bersifat politis dan sepihak.”
jelas Wakil Presiden PPMI Mesir yang berasal dari Jakarta ini./Kamal Ihsan.
