PPMI Adakan Sharing Session, Alumni Simposium PPID dan AYIMUN Bagi-bagi Pengalaman dari Konfrensi Internasional
Dengan begitu peran pemuda dapat mewujudkan masa keemasan Indonesia dengan inovasi berkelanjutan. Ia pun. Ia pun mengatakan bahwa Inovasi adalah, “Ketika ada masalah, (kemudian) langsung diperbaiki maka itu juga adalah inovasi.”
Ia mengungkapkan bahwa peran Indonesia selama ini dalam membantu Palestina selain diplomasi, Indonesia telah membantu dalam hal ekonomi. “Indonesia itu dalam membantu Palestina, membebaskan ekspor kurma dan zaitunnya masuk ke Indonesia. Dari bidang Diplomasi pun Indonesia membuka kedutaan kehormatan di Ramallah. Pun dari bidang pendidikan Baznas memberikan 130 beasiswa untuk Palestina,” ungkap Hafidz, partner Rayhan yang sama-sama mahasiswa kedatangan 2017.
Rayhan juga mendorong peserta yang hadir untuk terus berupaya mencari solusi bagi Palestina. Dengan mengenal lebih dalam Palestina dan isu-isunya. Hal yang menarik menurutnya, kala berjumpa dengan pemateri asal Palestina. saat bertemu dengan ketua DKM al-Aqsha, Miss Abu Zaid, ia menanyakan tentang cita-cita penduduk Palestina. Miss Abu Zaid menjawab “Kami hanya ingin hidup.” Hal ini menurut Rayhan perlu menjadi perhatian Masisir.
Hal ini sejalan dengan tema di AYIMUN yang mengangkat pengaruh negara non-Islam ke dalam negara Islam.
Rep; AJZ