Kairo – Sebanyak 50 peserta menerima sertifikat kelulusan dalam Haflah Ikhtitam dan Takrim Program Pelatihan dan Sertifikasi Dai Internasional Berbasis Manhaj Al-Azhar, pada Rabu (7/10). Acara penutupan berlangsung di Qo’ah Imam Ahmad al-Tayyib, Majma’ Buhuts al-Islamiyyah, Nasr City.
Program dua pekan ini digelar Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir (PCINU) dan Forum Dai’yah Fatayat (FORDAF NU), yang untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Akademi Dai Internasional Al-Azhar.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Lembaga Dakwah PCINU Mesir, Muhammad Alaikassalam, Lc., mengatakan bahwasanya daurah ini merupakan upaya konkret meningkatkan kapasitas keilmuan mahasiswa sebelum kembali ke tanah air.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam membangun kapasitas dan keilmuan para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjananya, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air dan mengabdikan ilmunya kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Selama dua pekan, peserta dibimbing langsung oleh ulama dan akademisi Al-Azhar. Materi yang diajarkan disusun dengan mempertimbangkan persoalan umat masa kini, mulai dari isu-isu kontemporer hingga penerapan ilmu fikih serta metodologi dalam memberikan fatwa.
Lebih lanjut, Perwakilan peserta banin, Ubaid Al Haq Abdul Hamid, menyebut Al-Azhar sejak dahulu berperan sebagai pelindung Islam dan mercusuar pemikiran yang wasathiyah. Ia merasa program ini membantu peserta menghubungkan khazanah turats dengan persoalan masa kini.

Haflah Ikhtitam kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan dan kitab kepada seluruh peserta program.
Dengan bekal ilmu, wawasan, dan manhaj yang telah diperoleh, harapannya program ini bisa berlanjut dengan jangkauan lebih luas, tidak hanya untuk Masisir, tetapi juga masyarakat Indonesia secara umum. Para lulusan pun diharapkan dapat menjadi teladan lewat sikap dan pengabdian nyata di tengah masyarakat nantinya.
Oleh: Alfia Fariha Nurfajriyah