Menyambut Nakhoda Baru PPMI Mesir, Kabinet Sinergi Harmoni Resmi Dikukuhkan
Kairo — Idarah ‘Ammah Al-Wafidin, Daher, Kairo, menjadi saksi bisu pergantian nakhoda kepemimpinan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI Mesir). Pelantikan Dewan Pengurus PPMI Mesir periode 2026/2027 menandai berakhirnya satu babak kepengurusan yang telah lalu sekaligus dimulainya perjalanan baru kepengurusan. Sebanyak 163 orang resmi dikukuhkan sebagai dewan pengurus.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh dari lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Universitas Al-Azhar. Turut hadir Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Moh. Nur Salim, Lc., M.Si. selaku Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo, Kuncoro Giri Waseso selaku Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, Dr. Husam Syakir selaku Direktur Penerangan Informasi Universitas Al-Azhar, serta Agus Hidayatullah, Lc., M.A. selaku Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan perwakilan diplomatik dalam mendukung kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir sekaligus mempererat hubungan Indonesia–Mesir, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Amanah Bukan Sekadar Jabatan
Dalam sambutannya, Duta Besar Kuncoro Giri Waseso menyampaikan 5 poin penting kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Baginya, ada satu hal yang harus menjadi pijakan utama dalam menjalankan kepengurusan, yakni amanah.
“Yang paling utama adalah amanah,” ucapnya.
Menurutnya, menjadi pengurus bukan sekadar kesempatan untuk belajar berorganisasi. Jabatan tersebut merupakan titipan dari seluruh Masisir yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Sebab, setiap amanah yang diterima akan selalu beriringan dengan konsekuensi atas bagaimana amanah itu dijalankan.
Di tengah kesibukan berorganisasi, ia juga mengingatkan para pengurus agar tidak kehilangan tujuan utama keberadaan mereka di Mesir.
“Jangan sampai sibuk berorganisasi lalu lupa alasan awal berangkat dari Indonesia,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa tugas utama mahasiswa tetaplah belajar. Tugas utama dan tugas pokok seorang mahasiswa adalah belajar.
Hal lain seperti mengingatkan diri sendiri dan teman untuk mematuhi peraturan yang ada, bersinergi dengan pihak lain, sampai berusaha menjaga nama baik kita sebagai “duta bangsa” juga turut menjadi pesan penting yang disampaikan Duta Besar Kuncoro.
Jabatan yang Bisa Menjadi Pahala, Bisa Pula Dosa
Pesan tentang amanah kembali mengemuka dalam sambutan Presiden PPMI Mesir 2026/2027. Ia memandang pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah momentum yang mengubah posisi para pengurus dalam memikul tanggung jawab terhadap masyarakat Masisir.
“Ke depannya, kita bukan hanya sebagai Masisir biasa, kita sebagai PPMI Mesir,” ujarnya.
Alih-alih membahas visi dan misi yang panjang, ia justru mengawali kepengurusan dengan sebuah pengingat tentang konsekuensi moral dari jabatan yang diemban.
“Kita bisa berdosa, apabila kita tidak amanah, tapi kita juga bisa berpahala. Dengan apa? Ketika kita memberikan manfaat, ketika kita memberikan kebaikan kepada seluruh Masisir.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepengurusan bukan sekadar ruang untuk menjalankan program kerja, melainkan kesempatan untuk menghadirkan manfaat. Jabatan tidak berhenti pada posisi dan tanggung jawab administratif, tetapi menjadi ruang untuk menentukan seberapa jauh keberadaan organisasi dapat dirasakan oleh masyarakat yang dilayaninya.
Di penghujung sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi perubahan di tubuh Masisir.
“Hari ini jadi hari yang pertama, awal sejarah kita bahwa Masisir harus berubah. Masisir harus berbenah, bukan hanya untuk kebaikan Masisir, tapi untuk kebaikan Indonesia.”
Ilmu Saja Tak Lagi Cukup
Mewakili pihak Al-Azhar, Prof. Dr. Nahla Shabry As-Saidi selaku Penasihat Grand Syekh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing turut menyampaikan apresiasi atas estafet kepengurusan yang terus berjalan di kalangan mahasiswa Indonesia.
Namun, ada satu bagian dari sambutannya yang menjadi catatan penting bagi para masisir pada umumnya. Menurutnya, ilmu yang selama ini menjadi fondasi utama kehidupan akademik perlu berjalan beriringan dengan kemampuan lain.
“Ilmu saja kini tidak lagi cukup. Seseorang harus memiliki kemampuan, sarana, dan keterampilan lainnya.”
Ilmu tetap menjadi fondasi. Namun, menjadi manusia yang utuh membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memahami dan menguasai pengetahuan. Mahasiswa juga perlu mengenali serta mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui berbagai keterampilan.
Dalam hal ini, beliau mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan Akademi Mawahib wa Qudrat sebagai ruang pengembangan diri. Beragam keterampilan seperti kaligrafi, puisi, public speaking, bahasa asing, hingga fotografi tersedia di dalamnya, meski menurutnya belum banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa.
Menyatukan Langkah dalam Sinergi Harmoni
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi upgrading bersama pihak KBRI. Namun, berakhirnya acara bukan berarti memadamkan semangat para dewan pengurus, semangat tersebut justru menemukan wadahnya dalam nama kabinet yang resmi diusung PPMI Mesir untuk masa bakti 2026/2027, yakni Kabinet Sinergi Harmoni.
Nama tersebut tidak sekadar menjadi identitas kepengurusan, tetapi membawa semangat untuk membangun kerja sama yang mampu berjalan beriringan dengan keharmonisan. Sinergi menjadi pijakan untuk menyatukan berbagai elemen, sementara harmoni menjadi arah agar setiap langkah yang ditempuh tetap menghadirkan kebaikan bagi seluruh masyarakat.
Dengan semangat tersebut, kepengurusan PPMI Mesir 2026/2027 diharapkan mampu menyatukan langkah, merawat kepercayaan, dan menghadirkan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh Masisir. Sebab, estafet yang baik bukan hanya tentang melanjutkan apa yang telah dimulai, tetapi juga tentang meninggalkan sesuatu yang lebih baik bagi mereka yang akan melanjutkannya.
Satukan Sinergi, Selaraskan Harmoni!