Tiga Hari, Satu Semangat: BAZANTARA 2026 Resmi Ditutup, Tinggalkan Jejak Kolaborasi Lintas Negara

KAIRO — Sabtu (18/07), rangkaian BAZANTARA (Bazar Nusantara) 2026 resmi ditutup di Nadi Syarikah Moyah (Cairo’s Water Company Club), Abbasiya, setelah berlangsung selama tiga hari. Mengusung slogan “Let’s Show the World, Who We Are!”, BAZANTARA menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia di Mesir untuk memperkenalkan budaya Nusantara, mempererat silaturahmi, serta membangun kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Acara penutupan diawali dengan flashmob yang membangkitkan semangat para pengunjung, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Grand Closing. Rangkaian acara berlangsung khidmat melalui sambutan dari Ketua Pelaksana BAZANTARA, Presiden PPMI Mesir, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan apresiasi
kepada seluruh panitia, mitra, sponsor, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan BAZANTARA 2026.
Memasuki acara inti, pengunjung disuguhkan penampilan seni
Dodog Lojor yang menambah semarak malam penutupan. Selanjutnya, PPMI Mesir memberikan apresiasi melalui PPMI Record, sebuah penghargaan yang diberikan kepada insan dan organisasi berprestasi dalam berbagai bidang, meliputi seni,
budaya, dan kreativitas, media, komunikasi, dan digital, serta akademik dan keilmuan.
Malam puncak juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang turnamen futsal dan bola voli yang telah diselenggarakan selama rangkaian BAZANTARA. Turnamen tersebut mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan
mahasiswa dari berbagai negara sehingga tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mempererat persahabatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat hubungan lintas budaya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan Paduan
Suara (Padus) yang menjadi penutup Grand Closing sebelum acara resmi diakhiri oleh pembawa acara. Antusiasme peserta dan pengunjung yang tetap tinggi hingga penghujung acara menjadi penanda suksesnya pelaksanaan BAZANTARA tahun ini.
Keberhasilan penyelenggaraan BAZANTARA 2026 tidak lepas dari kerja sama seluruh panitia di bawah kepemimpinan tiga Ketua Pelaksana, yaitu Muhammad Hafizd Dzusar Ramadhani, Mhd. Latifudzikri Surbakti, dan Khairiyatul Islamiyah. Selama tiga hari penyelenggaraan, BAZANTARA menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan budaya, olahraga, hiburan, dan kebersamaan dalam satu perhelatan.
Ketua Pelaksana BAZANTARA, Muhammad Hafizd Dzusar
Ramadhani, menyampaikan bahwa berakhirnya BAZANTARA bukan berarti berakhir pula semangat yang telah dibangun selama tiga hari pelaksanaan.
“Bazantara mungkin telah berakhir, tetapi semangat yang
lahir di dalamnya semoga terus hidup. Selama tiga hari, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, menikmati kuliner, atau mengikuti kompetisi, tetapi juga melihat bagaimana Masisir mampu menghadirkan Indonesia dalam wajah yang penuh kreativitas, kolaborasi, dan kebersamaan kepada dunia.”
Ia berharap BAZANTARA tidak hanya dikenang sebagai sebuah
festival, melainkan sebagai ruang yang mempertemukan banyak orang, mempererat persahabatan lintas negara, serta menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya, karya, dan potensi Indonesia kepada dunia.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, mitra, tenant, performer, peserta, dan setiap pengunjung yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Karena pada akhirnya, Bazantara bukan hanya tentang apa yang kita tampilkan, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menunjukkan kepada dunia siapa Indonesia sebenarnya. Sampai jumpa di cerita selanjutnya,” tutupnya.
Berakhirnya BAZANTARA 2026 menandai usainya tiga hari penuh kebersamaan, pertukaran budaya, dan kolaborasi lintas negara. Melalui kegiatan ini, PPMI Mesir berharap semangat yang telah dibangun dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak ruang yang memperkenalkan
budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Oleh: Rasyidah Azzahra