
Kairo-ORMABA (Orientasi Mahasiswa Baru) PPMI Mesir untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Wihdah PPMI Mesir untuk memisahkan banin dan banat di acara Ormaba. Acara ini digelar pada Rabu (04/02) yang bertempat di Capital Palace Grand Ball Room, Nasr City. Acara ini turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti Prof. Dr. M. Abdul Mutaali, M.I.P, Ph.D dan Muhammad Nur Salim Lc, M.Si. Turut hadir juga direktur pusat media Al-Azhar Dr. Husam Syakir
serta ketua kekeluargaan dan senat mahasiswa.
Acara yang mengusung tema “Membangun Peradaban, Menjadi Azhari Teladan” Grand Closing ini menjadi rangkaian terakhir dari ORMABA PPMI Mesir. Terdapat beberapa materi yang disampaikan di acara ORMABA kali ini. Dimulai dari materi KBRI yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Abdul Mutaali, M.I.P, Ph.D dan Muhammad Nur salim Lc, M.Si. Materi ini meliputi bagaimana peran KBRI untuk mahasiswa Indonesia dan juga pemaparan konsuler untuk mahasiswa baru. Bapak Abdul Mutaali menegaskan kepada mahasiswa baru bahwasanya jangan lupakan bahwa mahasiswa baru itu Adalah warga negara Indonesia dan beliau menyampaikan pesan “Jiwa kalian milik Al-Azhar tetapi tubuh kalian
milik Indonesia” Ucap bapak Mutaaali.
Dilanjut dengan pemaparan PPMI Mesir oleh Presiden PPMI Mesir Glenn Sofyan As-Syauri Lubis, Lc. Yang memaparkan Sejarah PPMI Mesir dari masa ke masa dan juga menegaskan kepada mahasiswa baru untuk menguatkan niat di Mesir sebagai mahasiswa Al-Azhar. Pengenalan kekeluargaan dan juga senat mahasiswa turut disampaikan oleh Presiden PPMI Mesir.
Dilanjut materi terakhir, ketua Wihdah PPMI Mesir Ulyannisa Imtisalillah yang menyampaikan Sejarah berdirinya Wihdah PPMI Mesir dan juga bagaimana peran Wihdah untuk PPMI Mesir.
Acara dilanjut dengan pengenalan Ruwaq Nusantara dan pelantikan dewan Musyrif untuk mentoring mahasiswa baru. Lalu disusul dengan pengumuman nama Angkatan terpilih dan juga ketua Angkatan terpilih. Nama “Aksara” terpilih menjadi nama Angkatan baru PPMI Mesir. Evan Zhava dan Auny Nabila Zahra terpilih untuk memimpin Angkatan baru banin dan banat.
Acara ini disemogakan menjadi harapan awal untuk mahasiswa baru guna antinya menjadi mahasiswa yang diharapkan oleh setiap orang. Karena seperti yang telah dikhawatirkan, bahwa lonjakan jumlah mahasiswa baru pada setiap tahunnya akan menjadi tantangan untuk Masisir kedepannya.
Oleh: Muhammad Lutfi