Tentang Palestina; Dari Mahasiswa Timtengka Untuk Dunia
Simposium kali ini dihadiri oleh nama-nama besar dalam urusan diplomasi maupun aksi kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Diantara pembicara yang hadir adalah, Andi Rachmianto (Duta Besar RI Yordania-Palestina), Abdulsattar al-Qudah (Direktur pengurusan Masjid al-Aqsha), Mrs. Abeer Zayed (Aktivis Palestina), serta perwakilan-perwakilan dari lembaga-lembaga non-pemerintahan (NGO) yang aktif dalam aksi-aksi sosial untuk rakyat Palestina seperti UNRWA, Aksi Cepat Tanggap (ACT), juga Nusantara Palestina Center (NPC). Selain isu Palestina, simposium ini juga turut mengangkat isu radikalisme sebagai salah satu panel diskusi. Terkait dengan tema radikalisme, hadir tokoh-tokoh penting yang berperan penting dalam isu radikalisme di level nasional, di antaranya Ahmad Zamarkasyi (Bagian Politik Khusus KBRI Yordania) dan juga Ali Fauzi Manzi (Mantan Praktisi Aksi Terorisme).
![]() |
| Arsip Panitia Simposium Timtengka 2019 |
m sambutannya, Abdullah al-Abaddi juga menjelaskan panjang lebar peran Yordania terhadap penjagaan Yerussalem terkhusus al-Aqsha. Dalam kesempatan ini juga, Abdullah al-Abaddi dan Abdulsattar al-Qudah memberikan kabar terkini dari kondisi masjid al-Aqsha. Menurut keduanya, kini penggalian di sekitar masjid al-Aqsha yang dilakukan oleh Zionis Israel semakin banyak. Padahal, masih menurut keduanya, tanah tersebut merupakan tanah wakaf Kesultanan Utsmani yang harus dijaga. Selain itu, keduanya menyinggung beberapa hal terkait dengan pendidikan dan institusi pendidikan yang ada di dalam masjid al-Aqsha yang situasinya agak mengkhawatirkan setelah adanya pelarangan aktivitas ajar mengajar dalam sekolah oleh Zionis Israel.
Diantara saran yang disepakati bersama dalam diskusi ini adalah; Mendorong pemerintah untuk bersuara lantang dalam upaya perpanjangan mandat UNRWA, yang memperjuangkan hak-hak pengungsi Palestina, yang mandatnya akan berakhir akhir tahun ini, mendorong pemerintah untuk meningkatkan program beasiswa bagi pelajar-pelajar Palestina, mendorong pemerintah agar membuat regulasi agar mengontrol pertumbuhan NGO dan memberikan bantuan yang diperlukan pada NGO yang sudah terpercaya, serta menjadikan isu Palestina menjadi isu dan perhatian utama bagi segenap Persatuan Pelajar Indonesia yang berada di wilayah Timur Tengah maupun dunia, salah satunya dengan menghidupkan badan-badan sosial setiap persatuan pelajar untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan pada rakyat maupun pengungsi Palestina. Di akhir acara, para delegasi ikut turut menyalurkan bantuan pada beberapa pengungsian yang ada di Yordania.
—-
Rep: Muhammad Raihan (Delegasi PPMI Mesir dalam Simposium Timtengka 2019 di Amman, Yordania)
